Vincenzo Italiano Akhirnya Raih Gelar Coppa Italia Bersama Bologna Setelah 3 Kali Kalah di Final
Vincenzo Italiano akhirnya berhasil meraih gelar juara pertamanya sebagai pelatih. Ia memimpin Bologna meraih kemenangan di Coppa Italia 2024/2025.
Vincenzo Italiano akhirnya berhasil meraih gelar juara pertamanya sebagai pelatih. Ia sukses membawa Bologna menjuarai Coppa Italia 2024/2025 setelah mengalahkan AC Milan dengan skor 1-0. Momen ini menjadi sangat bersejarah bagi Bologna, karena mereka berhasil meraih trofi setelah 51 tahun menunggu. Namun, bagi Italiano, pencapaian ini lebih dari sekadar sebuah trofi.
Sebelumnya, ia dikenal sebagai pelatih yang sering berada di ambang gelar, tetapi tidak berhasil meraihnya. Bersama Fiorentina, ia mengalami dua kali kegagalan di final kompetisi Eropa dan satu kali di Coppa Italia.
Kini, dengan Bologna, semua usaha dan kerja kerasnya akhirnya terbayar lunas. Ia berhasil mempersembahkan gelar Coppa Italia ketiga untuk klub tersebut dan yang pertama dalam karier kepelatihannya.
Tiga kali berturut-turut mengalami kekalahan di final
Sebelum mencapai kesuksesan bersama Bologna, Italiano telah dikenal sebagai pelatih berbakat saat melatih Fiorentina. Ia berhasil membawa La Viola ke final tiga kali berturut-turut, namun sayangnya tidak berhasil meraih kemenangan dalam satu pun dari final tersebut. Pada musim 2022/2023, Fiorentina mengalami kekalahan dari Inter Milan di final Coppa Italia.
Di musim yang sama, mereka juga gagal meraih trofi di final UEFA Europa Conference League setelah kalah dari West Ham. Harapan untuk meraih gelar kembali muncul di musim 2023/2024, tetapi Fiorentina harus menerima kenyataan pahit dengan kekalahan di final Conference League melawan Olympiacos. Tiga kali mencapai final namun selalu gagal, menjadi luka mendalam bagi Italiano.
Akhirnya, berhasil meraih trofi
Kemenangan Bologna atas AC Milan menjadi momen yang sangat berarti bagi Italiano, sekaligus sebagai bentuk penebusan. Ini merupakan trofi pertamanya sebagai pelatih kepala.
Italiano mengambil alih posisi dari Thiago Motta di awal musim dan langsung berhasil mempersembahkan gelar. Dia berhasil membuktikan kemampuannya dalam membangun tim yang kokoh dan memiliki mental juara.
“Itu tiga kekecewaan besar. Sejujurnya, saya tidak yakin bisa langsung bangkit dan memenangkannya, tapi saya berhasil. Kemenangan ini saya dedikasikan untuk para pemain, mereka luar biasa,” ujar sang pelatih.