LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. BOLA

Media Vietnam Beri Julukan Timnas Indonesia 'Raja Kartu Merah' ASEAN usai Gagal di Piala AFF 2024

Perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2024 harus terhenti di fase grup. Skuad yang dikenal dengan sebutan Garuda itu mengalami kegagalan total.

Rabu, 25 Des 2024 16:51:00
timnas indonesia
Pemain Timnas Indonesia, Muhammad Ferarri mendapatkan kartu merah dari wasit pada laga Grup B Piala AFF 2024 melawan Filipina yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, S (© 2024 Bola.com)
Advertisement

Perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2024 berakhir di fase grup. Skuad yang dikenal dengan sebutan Garuda ini mengalami kegagalan total dalam turnamen dua tahunan tersebut. Di klasemen akhir Grup B, Timnas Indonesia yang dilatih oleh Shin Tae-yong menempati posisi ketiga dengan total empat poin. Tiket semifinal dari grup ini berhasil direbut oleh Vietnam dengan 10 poin dan Filipina dengan 6 poin.

Dalam empat pertandingan yang dijalani, Garuda hanya mampu meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang, sementara dua pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan. Timnas Indonesia juga hanya berhasil mencetak empat gol, namun kebobolan enam gol. Ironisnya, Tim Merah-Putih tercatat sebagai tim dengan jumlah kartu merah terbanyak di fase grup. Dua kartu merah diterima oleh Marselino Ferdinan saat melawan Laos dan Muhammad Ferarri ketika berhadapan dengan Filipina.

Jadi Sasaran Ejekan

Pemain Timnas Indonesia, Muhammad Ferarri mendapatkan kartu merah dari wasit pada laga Grup B Piala AFF 2024 melawan Filipina yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, S © 2024 Bola.com

Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2024 masih menjadi sorotan bagi media lokal Vietnam, Soha. Media tersebut terus-menerus membahas kegagalan skuad Garuda dalam turnamen terbesar di Asia Tenggara ini. "Vietnam Main Terbaik, Indonesia 'Raja Kartu Merah' Piala AFF 2024," adalah judul yang ditulis Soha pada Rabu (25/12/2024). Dalam artikel tersebut, Soha melakukan perbandingan yang mencolok antara prestasi Timnas Indonesia dan Timnas Vietnam selama Piala AFF tahun ini.

Soha mencatat, "Banyak indikator yang mencerminkan kontrasnya gaya bermain tim Vietnam dan Indonesia di babak penyisihan grup Piala AFF 2024." Ia juga menambahkan, "Situasi bertolak belakang antara Vietnam dan Indonesia usai babak penyisihan grup Piala AFF 2024. Pelatih Kim Sang-sik dan timnya melaju ke semifinal sebagai pemuncak Grup B, sedangkan Indonesia tersingkir dengan sengit di kandang sendiri."

Advertisement

Perbandingan Statistik

Soha mengungkapkan statistik mengenai kontestan tim Grup B pada Piala AFF 2024. Selama fase grup, Timnas Indonesia tercatat melakukan 52 pelanggaran, yang menempatkan mereka di posisi kedua setelah Filipina dengan total 54 pelanggaran. "Namun anak didik Shin Tae-yong mendapat tiga kartu kuning, jauh lebih sedikit dibandingkan sederet tim seperti Laos, Myanmar, dan Singapura (9 kartu), Filipina masih 'memimpin' dengan 10 kartu kuning," ulas Soha.

Lebih lanjut, Indonesia juga tercatat sebagai 'raja kartu merah' dalam fase grup Piala AFF 2024. Terdapat dua kartu merah yang dikeluarkan oleh wasit dalam 20 laga penyisihan grup, dan Indonesia menjadi tim yang menerima kedua kartu tersebut. Mereka yang diusir dari lapangan adalah pemain-pemain kunci yang diharapkan oleh Shin Tae-yong. "Pada laga kandang melawan Laos, Marselino Ferdinan mendapat dua kartu kuning setelah hampir 70 menit bermain. Tanpa bintang tersebut, Indonesia membiarkan Laos menahan imbang mereka 3-3 dan kalah dari Vietnam 0-1," lanjutnya.

Advertisement

Salah Satu Penyebab Utama Kegagalan

"Dalam pertandingan final melawan Filipina yang berlangsung di markas sendiri, Muhammad Ferrari langsung menerima kartu merah setelah melakukan pukulan terhadap Aguinaldo dalam situasi yang tidak begitu menegangkan," ungkap Soha.

"Kartu merah yang diterima kapten Indonesia itu menjadi penyebab kekalahan mereka dengan skor 0-1, sehingga Filipina berhasil merebut tiket ke babak semifinal. Banyak ahli sepak bola yang mengecam tindakan Muhammad Ferrari karena dianggap tidak bertanggung jawab dan menjadi faktor utama kekalahan Indonesia," tambahnya.

Di sisi lain, Vietnam menunjukkan performa yang sangat baik selama babak penyisihan grup. Tim yang dijuluki The Golden Star ini hanya mendapatkan dua kartu kuning dari empat pertandingan yang dijalani.

"Vietnam mencatatkan jumlah kartu paling sedikit. Pemain yang menerima kartu kuning adalah Nguyen Thanh Chung saat melawan Indonesia dan Dinh Thanh Binh saat melawan Filipina. Vietnam hanya melakukan 39 pelanggaran, yang lebih sedikit dibandingkan dengan dua tim lainnya, Thailand (34) dan Timor Leste (31)," jelas Soha.

Advertisement

"Pada babak semifinal, Vietnam akan menghadapi Singapura. Tim dari Pulau Singa ini melakukan 51 pelanggaran, yang merupakan jumlah terbanyak ketiga, dan menerima sembilan kartu kuning, yang merupakan jumlah terbanyak kedua," tutupnya.

Berita Terbaru
  • Ketahui Gejala Pekerja Mulai Alami Burnout, Ini Tips Cara Mengatasinya
  • Mendiktisaintek Buka Suara Terkait Skandal Dugaan Riset Palsu Libatkan WNI Demi Travel Grant, Ungkap Fakta Mengejutkan
  • Momen Prabowo Beri Pesan ke Siswa SMPN 111 yang Punya Cita-Cita Jadi Presiden
  • Terungkap Pembunuh Wanita di Hotel Kebayoran Baru, Ternyata Pelaku Masih di Bawah Umur
  • Pria di Palembang Sebar Video Tak Senonoh usai Ribut dengan Istri, Korban: Dia Nyabu Terus
  • berita update
  • konten ai
  • media vietnam
  • merdekabola
  • timnas indonesia
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dian Rosadi
A
Reporter Ana Dewi, Gregah Nurikhsani
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.