Media Australia Heran Timnas Indonesia Pecat STY saat Kualifikasi Piala Dunia
Media asal Australia merasa kebingungan terkait keputusan PSSI dan Timnas Indonesia yang mengganti pelatih.
Media Australia menunjukkan kebingungan terhadap keputusan PSSI dan Timnas Indonesia yang melakukan pergantian pelatih. Hal ini terjadi di saat Pasukan Garuda akan menghadapi momen penting dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. Seperti yang telah diketahui, PSSI mengambil langkah yang mengejutkan dan kontroversial dengan memecat Shin Tae-yong pada tanggal 6 Januari 2025.
Beberapa hari setelahnya, mantan striker Timnas Belanda, Patrick Kluivert, secara resmi diangkat sebagai pelatih baru untuk menangani Jay Idzes dan rekan-rekannya.
Saat ini, Timnas Indonesia berada di posisi ketiga Grup C pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, di bawah Jepang dan Australia. Meskipun demikian, Tim Merah-Putih masih memiliki peluang besar untuk lolos ke putaran final Piala Dunia tahun depan, mengingat mereka hanya tertinggal satu poin dari Australia. Dengan situasi ini, keputusan PSSI menjadi sorotan, terutama menjelang pertandingan penting yang akan datang.
Tidak mengerti alasan pergantian pemain
Dalam artikel yang dipublikasikan oleh The Roar, mereka menyatakan bahwa sulit untuk memahami situasi yang terjadi di Timnas Indonesia, terutama terkait keputusan PSSI untuk mengganti pelatih di tengah perjuangan mereka dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.
Meskipun demikian, penampilan buruk Indonesia di Piala AFF 2024 tidak mengurangi harapan, karena tim membawa skuad yang jauh lebih lemah. Walaupun demikian, mereka telah menambahkan beberapa pemain kunci dalam kualifikasi Piala Dunia, seperti Marselino Ferdinan, Pratama Arhan, Asnawi Mangkualam, dan Rafael Struick.
"Namun, mereka akan memainkan empat pertandingan tersisa di bawah pelatih baru. Shin Tae-yong, ahli taktik Korea yang terkenal mendalangi kemenangan 2-0 Korea Selatan atas Jerman di Piala Dunia 2018, hasil yang ia ulangi saat melawan Arab Saudi kali ini, kini telah pergi," tulis The Roar.
Masalah perpecahan
The Roar memberikan perhatian pada penunjukan pelatih kepala baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. Meskipun dikenal sebagai striker yang sangat produktif di masa lalu, Kluivert, yang berusia 44 tahun, dianggap kurang berprestasi dalam karier kepelatihannya. Di sisi lain, terdapat isu mengenai perpecahan di dalam ruang ganti Timnas Indonesia, yang menjadi salah satu alasan dipecatnya Shin Tae-yong. Media asal Australia tersebut juga menggambarkan kondisi terbelahnya dukungan para penggemar terhadap skuad Garuda setelah pergantian pelatih dari Shin Tae-yong ke Kluivert.
"Pemecatan Shin mengejutkan banyak orang Indonesia, terutama mereka yang mendewakan pelatih Korea Selatan itu atas kontribusinya terhadap kebangkitan Indonesia. Tidak mengherankan, mereka sangat marah dengan pemecatan tersebut dan ditanggapi dengan mencemooh Kluivert setelah pelatih asal Belanda itu mendarat di Indonesia," tulis artikel di The Roar.
Selain itu, masalah latar belakang juga berperan penting dalam keputusan mengejutkan untuk memecat Shin. Walaupun banyak pemain lokal Indonesia memiliki kenangan positif bersama pelatih tersebut, situasi ini tidak berlaku bagi pemain diaspora.
"Bentrokan nilai-nilai dalam etos kerja Asia dan Eropa berdampak buruk ketika karakteristik Shin tidak cocok dengan banyak pemain kelahiran Belanda. Kekalahan dari China dan Jepang juga memainkan peran mendasar, di mana Indonesia kalah meski memiliki banyak kondisi yang menguntungkan," lanjut The Roar.
Keinginan untuk berhasil di Piala Dunia
Tanggung jawab besar kini berada di tangan PSSI yang dipimpin oleh Erick Thohir setelah keputusan untuk mengganti Shin Tae-yong dengan Patrick Kluivert. Ambisi Timnas Indonesia dalam mencapai Piala Dunia 2026 menjadi dipertanyakan, terutama dengan adanya pergantian pelatih dan isu perpecahan di antara para pemain.
Meskipun demikian, Timnas Indonesia memiliki potensi yang cukup besar dengan hadirnya Patrick Kluivert, yang didukung oleh mayoritas skuad inti yang merupakan pemain keturunan Belanda-Indonesia. Hal ini memberikan harapan, asalkan Thom Haye dan rekan-rekannya dapat memaksimalkan situasi tersebut.
"Di bawah manajemen baru, Kluivert jelas akan memiliki komunikasi yang lebih baik dengan sesama pemain kelahiran Belanda. Tapi, laga sulit menanti di bulan Maret nanti," lanjut ulasan The Roar.
Sumber: The Roar Disadur dari: Bola.com (Vincentius Atmaja, Aning Jati) 17 Januari 2025