10 Ultras Sepak Bola Terkuat di Dunia: Membuat Tim Lawan Merasakan Suasana Seperti di Neraka
Dari Warsawa, ibu kota Polandia, hingga Buenos Aires di Argentina, berikut adalah sepuluh kelompok ultras yang paling unggul.
Sepak bola tanpa kehadiran suporter ibarat sayur yang kehilangan garam. Keduanya saling melengkapi dan tak dapat dipisahkan. Ketika salah satu dihilangkan, rasanya seperti ada yang kurang. Suporter terbagi menjadi dua kategori: yang biasa dan kelompok yang dikenal sebagai Ultras. Kelompok Ultras ini lebih dari sekadar penonton yang datang ke stadion untuk menyaksikan tim kesayangan mereka bermain. Mereka adalah penggemar setia yang menunjukkan fanatisme, loyalitas, dan totalitas yang luar biasa.
Seringkali, Ultras menunjukkan sikap yang dianggap 'berlebihan' dalam memberikan dukungan. Di berbagai negara, terdapat setidaknya sepuluh kelompok Ultras yang terkenal karena militansi dan semangat juang mereka yang sangat tinggi. Untuk memompa semangat tim kesayangan, mereka rela bernyanyi dan menari sepanjang pertandingan.
Kehadiran kelompok Ultras ini selalu ditunggu-tunggu oleh pelatih dan para pemain, karena semangat yang mereka bawa bisa menjadi penentu hasil akhir pertandingan. Dari Warsawa, ibu kota Polandia, hingga Buenos Aires, Argentina, berikut adalah sepuluh kelompok Ultras terbaik, seperti yang dilansir oleh Give Me Sport.
Legia Warsawa
Jika Anda mencari pertandingan sepak bola yang berkualitas tinggi, mungkin tribune penonton di Polandia bukanlah pilihan yang tepat. Namun, bagi para penggemar yang menginginkan suasana yang dapat membuat mereka merasakan ketegangan dan kegembiraan, Legia Warsawa bisa menjadi pilihan yang ideal. Kecintaan mereka yang mendalam terhadap tim sepak bola melebihi segalanya dalam hidup mereka, baik itu sepak bola maupun hal lainnya.
Legia Warsawa dikenal sebagai kelompok pendukung yang paling vokal, selalu menampilkan tifos yang kontroversial di setiap pertandingan untuk meninggalkan jejak yang signifikan dalam dunia sepak bola modern. Meskipun memiliki pandangan politik dan sikap agresif terhadap olahraga ini, para hooligan di ibu kota Polandia adalah yang paling bersemangat di antara semua pendukung lainnya.
Hajduk Split
Sejak tahun 1950, para pendukung Hajduk Split dikenal sebagai kelompok suporter tertua di Eropa. Mereka menamakan diri mereka Torchida Split, terinspirasi oleh sekelompok pelaut Kroasia yang ingin menghadirkan suasana Piala Dunia Brasil 1950 di tanah air mereka. Keberadaan mereka yang lama di tribun penonton telah menciptakan reputasi yang ditakuti di seluruh Kroasia. Ketika para pendukung Hajduk Split merasa tidak puas, mereka tidak segan untuk mengekspresikannya.
Pada bulan April 2024, setelah tim mengalami kekalahan 0-1 dari Dinamo Zagreb, para penggemar nekat menerobos barikade keamanan dan berhadapan langsung dengan pemain di lapangan. Setelah situasi di stadion berhasil dikendalikan oleh pihak kepolisian, kelompok ekstrem Torchida mulai melemparkan batu dan memecahkan botol di jalanan.
Dinamo Zagreb
Para penggemar ultras Dinamo Zagreb yang dikenal sebagai Bad Blue Boys (BBB) menciptakan suasana lautan biru di Stadion Maksimir, ibu kota Kroasia. Meskipun namanya, BBB memiliki peraturan ketat yang melarang pembawa pisau, sebuah kebijakan yang mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang. Selain memberikan dukungan yang konsisten di tribun, kelompok ini juga mendapatkan pengakuan atas kontribusi mereka di luar lapangan. Setelah terjadinya gempa bumi di Zagreb pada tahun 2022, BBB berkolaborasi dengan kelompok ultras Kroasia lainnya untuk membantu pemerintah setempat dalam memulihkan kerusakan akibat bencana tersebut. Selain itu, para pendukung ultras Dinamo Zagreb termasuk di antara kelompok pertama yang secara terbuka menunjukkan dukungan kepada Ukraina dalam konflik yang mereka hadapi dengan Rusia.
Galatasaray
UltrAslan adalah kelompok ultras yang mendukung klub sepak bola Turki, Galatasaray, dan mereka dikenal karena menciptakan atmosfer yang sangat menegangkan di stadion kandang, membuatnya terasa seperti neraka bagi tim lawan. Meskipun ada banyak kelompok pendukung di Eropa yang terlibat dalam politik, UltrAslan cenderung bersikap netral dan lebih fokus pada upaya untuk mendukung keberhasilan klub mereka.
Keberadaan para pendukung Galatasaray menjadi salah satu alasan utama di balik pelarangan penggunaan kembang api di arena sepak bola oleh pemerintah Turki. Pada tahun 2012, dalam pertandingan melawan Fenerbahce, para ultras ini berhasil menyalakan lebih dari 3.000 suar, yang menyebabkan pertandingan dihentikan sementara. Meskipun demikian, UltrAslan tetap berhasil menyelundupkan suar-suar tersebut melewati pengamanan di gerbang RAMS Park, menciptakan salah satu suasana paling bising dalam dunia sepak bola.
AC Milan
Di stadion Milan, Anda akan menyaksikan kemunculan kelompok ultras yang mengenakan seragam merah dan hitam. Brigate Rossonere, yang dikenal karena sejarah yang kaya dan kreasi tifo yang inovatif, dengan bangga berada di Curva Sud San Siro. Sejak karya seni pertama mereka pada tahun 1984, Curva Sud telah menyuguhkan berbagai pertunjukan menarik selama bertahun-tahun. Salah satu karya mereka yang paling terkenal adalah balasan terhadap tifo yang ditampilkan oleh PSG, yang ditujukan kepada AC Milan. Para penggemar di Italia pernah memamerkan tifo besar yang menampilkan Neo dari film Matrix, yang tampak menghindari peluru dalam sebuah pertandingan sebelumnya.
Slavia Praha
Di pusat kota Praha, perbedaan sosial terlihat jauh lebih mencolok dibandingkan hanya sekadar komunitas yang ada. Salah satu rivalitas yang paling ditakuti di Eropa adalah antara dua klub yang mewakili kelas sosial yang berbeda, yakni Slavia Praha yang berasal dari kalangan menengah dan Sparta Praha yang mewakili kelas pekerja. Meskipun bentrokan antara kedua tim ini telah berkurang sejak era kejayaan rezim komunis, insiden kekerasan masih sering terjadi pada saat pertandingan berlangsung. Para penggemar fanatik dari Sparta Praha kini telah beralih ke ideologi politik sayap kanan, dengan menampilkan poster-poster yang mengandung pesan rasis selama pertandingan. UEFA telah menjatuhkan sanksi denda kepada klub ini beberapa kali akibat tindakan mereka yang memperlihatkan sikap anti-Yahudi, anti-Islam, dan anti-imigran di arena pertandingan.
Marseille
Selama bertahun-tahun, kelompok pendukung fanatik dari Marseille dikenal sebagai salah satu komunitas penggemar paling antusias di Eropa. Mereka terlibat dalam banyak insiden kekerasan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sebagai kota terbesar kedua di Prancis, para penggemar Marseille sangat tidak suka jika tidak menduduki posisi teratas. Mereka bersaing dengan ketat melawan tim Ligue 1 lainnya, yaitu Paris Saint-Germain (PSG). Kecintaan mereka terhadap klub didorong oleh sikap politik yang cenderung kiri, rasa bangga terhadap kota asal, serta ambisi untuk mencapai kesuksesan dalam dunia sepak bola. Mengunjungi Velodrome bukanlah hal yang mudah. Para pengunjung akan disambut dengan teriakan yang menggema dari awal hingga akhir pertandingan.
River Plate
Kelompok ultras River Plate menyebut diri mereka sebagai Los Borrachos del Tabln, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris berarti "pemabuk di stadion". Menjadi bagian dari kelompok ultras di Amerika Selatan memiliki tujuan yang berbeda dari yang mungkin dipahami banyak orang. Bagi sebagian orang, ini bukan sekadar hobi, melainkan pekerjaan, di mana banyak penggemar mendapatkan imbalan finansial atas dedikasi mereka kepada kelompok suporter tertentu. Para pendukung yang berada di posisi teratas dalam hierarki ultras dapat menghasilkan uang dari klub, mendapatkan keuntungan dari penjualan barang dagangan, penjualan tiket, dan beberapa di antaranya bahkan menerima persentase dari biaya transfer pemain.
Di dunia sepak bola Argentina, ada upaya untuk mempertahankan sifat agresif olahraga ini agar tetap hidup. Pertandingan Superclasico, yang mempertemukan River Plate dan Boca Juniors, masih dianggap sebagai derby paling sengit dan keras di seluruh dunia sepak bola. Atmosfer pertandingan ini dipenuhi dengan semangat dan rivalitas yang tinggi, menjadikannya salah satu momen paling ditunggu-tunggu oleh para penggemar. Dalam konteks ini, kelompok ultras memainkan peran penting dalam menciptakan suasana yang mendebarkan dan penuh energi di stadion.
Delije dari Red Star Belgrade
Ketika Anda menuju ke kawasan timur Eropa, atmosfer pertandingan biasanya menjadi lebih intens. Penggunaan suar, bom asap, dan bahkan kembang api telah menjadi bagian integral dari budaya sepak bola di sejumlah negara. Tradisi ini tampaknya tidak akan pudar dalam waktu dekat. Salah satu kelompok pendukung yang sering diasosiasikan dengan stereotip ultra adalah Delije dari Red Star Belgrade. Dalam bahasa Serbia, 'delije' berarti orang yang kuat dan berani. Para suporter di Marakana menciptakan pertunjukan yang tidak hanya membuat para penonton merinding ketakutan, tetapi juga terpesona. Mengunjungi Belgrade merupakan salah satu pengalaman yang paling dinanti dalam dunia sepak bola, dan memberikan kenangan yang tak terlupakan.
Fenerbahçe
Pertandingan tandang di Eropa melawan klub-klub Turki sering kali dianggap sebagai tantangan yang berat. Suasana di lapangan membuat tim tamu merasa tidak nyaman, karena para pendukung terus mencemooh dan menyoraki pemain sejak awal pertandingan. Di Stadion Sukru Saracoglu, kelompok ultras Genc Fenerbahceliler menunjukkan eksistensi mereka dengan semangat yang membara. Dari tifo besar yang menghiasi stadion hingga suar merah yang mengeluarkan asap, para penggemar Fenerbahce memberikan dukungan yang sangat antusias. Dunia ultras memang dikenal sebagai lingkungan yang tidak selalu aman, di mana banyak kelompok menggunakan kekerasan untuk mempertahankan kekuasaan mereka. Awal musim ini, ultras Fenerbahce melakukan serangan terhadap sekelompok penggemar Manchester United yang sedang dalam perjalanan menuju pertandingan Liga Europa pada bulan Oktober 2024. Aksi tersebut diprakarsai oleh GFB Bogaz Holligans. Sumber: "Give Me Sport".