LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. ARTIS

Salah satu ledakan bom Surabaya terjadi di dekat toko Vidi Aldiano

Salah satu ledakan bom Surabaya terjadi di dekat toko Vidi Aldiano. "Gue dengar berita itu gue telepon dan cek semua tim gue yang di sana. Terutama non muslim, kan mereka harusnya ke gereja. Pagi-pagi dan toko gue itu memang di Jalan Diponegoro, di satu pos situ," tuturnya.

2018-05-15 13:26:29
KapanLagi.com
Advertisement

Peristiwa ledakan bom yang meneror 3 gereja di Surabaya masih menyisakan duka yang mendalam di hati rakyat Indonesia. Penyanyi muda Indonesia, Vidi Aldiano ikut memberikan komentar terkait tragedi yang terjadi pada hari Minggu (13/5).

Saat ditemui di bilangan Senayan, Jakarta Pusat oleh KapanLagi.com, Vidi menyatakan kalau dirinya merasa geram dengan aksi terorisme bom Surabaya. Hal ini menjadi bukti kuat jika saat ini Bangsa Indonesia tengah dalam kondisi gawat darurat. Dengan kata lain, banyak hal yang harus dibenahi oleh pemerintah, pun penduduknya.

"Ya terbukti ada aksi terorisme karena kurang pendidikan, mentalnya jelek, nggak punya otak. Gue kesel banget. Menurut gue itu tanda kalau Indonesia lagi gawat darurat," ujar Vidi.

Advertisement

"Gila man tahun 2018 kok masih ada orang yang berpikir radikal. Buat gue itu kesel dan pengen ngumpat rasanya. Itu katanya yang bawa bom ibu dan bawa-bawa anak, gue nggak ngerti pola pikir bagaimana. Itu gue pikir mindset orang Indonesia memang masih harus diperbaiki lagi," sambungnya penuh amarah.

Vidi Aldiano © KapanLagi - Budy Santoso

Advertisement


Di dekat salah satu lokasi pengeboman, ada toko milik Vidi. Setelah mendengar kabar ini, pria berusia 28 tahun itu langsung menghubungi para karyawannya untuk memastikan jika mereka baik-baik saja. Terlebih lagi, ada beberapa di antara mereka yang non-muslim dan bisa saja pergi ke Gereja untuk beribadah di Hari Minggu.

"Iya itu dekat toko gue bomnya. Gue bangun tidur baca berita dan bikin gue kesel, marah, sedih. Langsung (gue cek). Gue dengar berita itu gue telepon dan cek semua tim gue yang di sana. Terutama non muslim, kan mereka harusnya ke gereja. Pagi-pagi dan toko gue itu memang di Jalan Diponegoro, di satu pos situ," tutur Vidi.

Untunglah tak ada satu pun pegawai Vidi yang menjadi korban. "Alhamdulillah aman," pungkasnya.

Sumber: KapanLagi.com

Baca juga:
Rusunawa Wonocolo Sidoarjo kembali ditempati penghuni usai disterilisasi polisi
Teroris ditangkap, PKS ingatkan kasus Novel Baswedan masih buram
Polisi buru Abu Bakar diduga guru pelaku teror bom di Surabaya dan Sidoarjo
13 Korban tewas bom Surabaya teridentifikasi, 33 orang masih dirawat
Menteri Jonan bakal tindak pegawai ESDM dukung terorisme dan sebar kabar kebencian

(mdk/tsr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.