Pesan Menyentuh Tentang Kehidupan dari Dosen Copet Saep Pemeran Preman Pensiun
Bagi penggemar sinetron Preman Pensiun, sudah tidak akan asing lagi dengan sosok Saep. Dia dikenal sebagai pemeran copet di sinetron garapan Aris Nugraha ini.aep menjalankan aksinya dari satu angkot ke angkot lain untuk menjalankan aksinya
Bagi penggemar sinetron Preman Pensiun, sudah tidak akan asing lagi dengan sosok Saep. Dia dikenal sebagai pemeran copet di sinetron garapan Aris Nugraha ini. Saep menjalankan aksinya dari satu angkot ke angkot lain untuk menjalankan aksinya
Pemilik nama asli Icuk Nugroho ini menyampaikan pesan tentang kehidupan. Menurut SaepPreman Pensiun yang dikenal sebagai'dosen copet' ini, ada tiga hal yang bisa membuat orang menjadi penjahat. Berikut pesan Saep seperti dilansir SOS channel
Masyarakat Dibebani Beban Sosial
Saep mengungkapkan pandangannya terkait fenomena yang terjadi saat ini. Menurutnya masyarakat saat ini dibebani beban sosial.
"Saya Saep dosen sekolah percopetan saya ingin memberikan sesuatu yang menurut pendapat dan pandangan saya ini merupakan kejadian dan fenomenal alam yang terjadi di sekitar kita. Saya ingin mengimbau kepada masyarakat dan teman-teman khususnya yang ada di Indonesia bahwa kejadian-kejadian yang saya lalui ternyata banyak sekali masyarakat yang masih dibebani beban-beban sosial. Nah beban sosial ini yang akan menyebabkan adanya depresi kehidupan. Depresi kehidupan itu adalah salah satu tonggak lahirnya keberadaban manusia di luar nalar. Tindakan asosialis. Jadi seseorang bisa melakukan apapun yang dia kerjakan karena kebutuhan. Karena adanya kebutuhan hingga akhirnya tertekan dan manusia berubah yang tadinya baik menjadi jahat. Yang jahat ini yang akan mengganggu dalam kehidupan kita," kata Saep.
©2020 Merdeka.com/SOS Channel
Pengangguran Semakin Banyak
Saep menyebut ada tiga hal yang bisa membuat orang menjadi penjahat. Salah satunya pengangguran.
"Ada tiga hal yang membuat orang menjadi jahat. Pertama, pengangguran. Banyak orang yang tidak mendapatkan pekerjaan dan susah mencari pekerjaan," katanya.
©2020 Merdeka.com/SOS Channel
Kemiskinan Palng Dominan
Faktor lainnya yakni kemiskinan. Faktor ini menjadi yang paling dominan.
"Kedua itu adalah karena adanya kemiskinan. Nah ini faktor yang paling dominan. Angka kemiskinan di Indonesia itu sangat tinggi sekali, makin bertambah dan makin terlihat jelas kesenjangan sosial di kota dan desa," ucapnya.
©2020 Merdeka.com/SOS Channel
Lemah Iman
Faktor berikutnya, yakni lemah iman. Berkembangnya teknologi membuat sebagian masyarakat menjadi lalai dalam mempelajari ilmu agama.
"Ketiga, lemah iman. Masyarakat Indonesia sudah dekat teknologi yang menurut mereka untuk sekadar eksistensi saja. Tapi menurut saya itu menjauhkan diri dari membaca Al Quran dan juga menjauhkan diri dari ilmu-ilmu yang bermanfaat dari agama," ungkapnya.
©2020 Merdeka.com/SOS Channel
Penyebab Lahirnya Beragam Tindak Kejahatan
Tiga faktor tersebut lanjut Saep menjadi penyebab banyaknya tindak kejahatan yang terjadi saat ini.
"Tiga syarat in akan melahirkan seseorang menjadi jambret, maling, tukang todong, begal, pencuri dan menjadi copet itu adalah sebuah alternatif yang lain. Saya terlanjur prihatin. Jangan sampai terjadi pada anda anda," tutup Saep.
©2020 Merdeka.com/SOS Channel
(mdk/end)