LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. ARTIS

Meski bukan pemakai, Pretty Asmara terancam hukuman lebih berat

Pihak kepolisian masih menggali lebih dalam mengenai berapa lama Pretty jadi pengedar.

2017-07-18 22:21:00
Selebritis Narkoba
Advertisement

Sederet artis berturut-turut kedapatan menyimpan obat-obatan terlarang hingga akhirnya berujung pada penangkapan. Setelah Ammar Zoni, kali ini giliran Pretty Asmara yang gantian diciduk aparat keamanan. Ia bahkan berstatus tersangka sebagai seorang pengedar.

Pretty sendiri dengan tegas menyebut jika dirinya sebenarnya cuma dijebak. Setelah dites, hasil urinnya memang negatif. Meskipun begitu, AKBP Dony Alexander, Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menyebut jika pemain sinetron Saras 008 itu tetap bersalah karena sudah menjadi pengedar. Bahkan, hukumannya bisa jauh lebih berat.

"Urin bukan berarti positif. Kalau makai bukan masalah urin, menyediakan (narkoba) dalam pasal 132 pemufakatan itu bisa masuk dan itu lebih berat. Dia menyediakan, dia menyiapkan dan dia membayarkan," ujar Donny ketika ditemui di Polda Metro Jaya, Selasa (18/7).

Advertisement

Saat ini pihak kepolisian tengah melakukan penyidikan menyeluruh. Salah satunya adalah mencari tahu berapa lama Pretty telah menjadi pengedar dari barang haram tersebut, dan siapa saja koneksinya.

"(Berapa lama Pretty jadi pengedar) Masih dalam proses tahap penyidikan. Kita akan dalami. Nomor telepon juga kita akan cek kembali. Ada beberapa data yang kami akan angkat dari nomor telepon," sambungnya.

Advertisement

Selain Pretty, ada 7 artis lain yang juga ikutan ditangkap. Sayangnya, masih belum ada rilis resmi terkait siapa saja nama-nama artis tersebut, karena pihak kepolisian juga masih terus menggali detail dari kasus tersebut.

"Terkait masalah itu (artis yang diedarkan) memang belum ada keterangan, namun akan kita dalami. Kebetulan ya memang TO (Target Operasi) awal kita Hamdan. Seorang bandar yang dari info sering menyuplai ke PH (production house), apakah ini diberikan kepada khalayak ramai atau pesanan lain masih dalam proses pendalaman," pungkas Dony.

(kpl/far/gtr)

(mdk/kln)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.