Maudy Ayunda Pulang ke Tanah Air usai Lulus S2, Dapat Banyak Pelajaran Hidup
Maudy Ayunda telah menyelesaikan studi S-2 di salah satu kampus terbaik di dunia yakni Stanford University, Amerika Serikat. Setelah menjalani prosesi wisuda, Maudy Ayuda pun kembali ke Indonesia.
Maudy Ayunda telah menyelesaikan studi S-2 di salah satu kampus terbaik di dunia yakni Stanford University, Amerika Serikat. Setelah menjalani prosesi wisuda, Maudy Ayuda pun kembali ke Indonesia.
Maudy Ayunda mengunggah potret dirinya yang akan kembali ke tanah air. Tampak Maudy Ayunda membawa banyak koper berisi berbagai perlengkapan selama dia tinggal disana.
Namun tak sekadar koper, Maudy Ayunda menyebut dia pulang berbekal pengalaman dan pelajaran hidup yang dia dapatkan selama menimba ilmu di Amerika Serikat. Ini ulasan selengkapnya seperti dilansir channel youtubenya.
Pulang Tak Sekedar Membawa Koper
Maudy Ayunda mengungkapkan jika dirinya pulang tak sekadar membawa koper. Dia turut membawa pengalaman. Maudy menyebut banyak pelajaran hidup, khususnya rasa lebih mengenal diri.
"Pulang membawa koper2 berisi barang-barang. Tapi bukan sekedar itu. Aku pulang berbekal pengalaman, begitu banyak pelajaran hidup, dan khususnya rasa lebih mengenal diriku. Until later, my second home," tulis Maudy Ayunda.
©2021 Merdeka.com/Instagram Maudy AyundaInstagram Maudy Ayunda
Banyak Belajar Hal Baru
Selama belajar di Stanford, Maudy Ayunda mendapat banyak pelajaran tentang hidup. Pertama, belajar beradaptasi dan berubah.
"Kelas zoom mengambil alih, Kampus sunyi senyap. Pengalaman belajar berubah, menyesuaikan," ucap Maudy.
Selain itu, Maudy Ayunda benar-benar menjadi pribadi yang menghargai alam bebas. Dia sering hiking.
"Belajar benar benar menghargai alam bebas. Belajar hiking dan membenamkan diri dalam dunia penuh aktivitas. Stanford menghidupkan kecintaan kepada berlari," ucap Maudy.
"Banyak tempat outdoor dimana aku bisa berlari, jalan. Pokoknya aku bisa aktif," sambung dia.
Di Stanford, Maudy belajar mencari inspirasi dari orang lain. Apalagi teman-temannya berasal dari berbagai negara di dunia.
"Ketiga belajar mencari inspirasi dari orang-orang. Teman sekelas ku yang terdiri 400 orang bersal dari berbagai lapisan masyarakat menawarkan perspektif dan cerita yang berbeda-beda," ungkap Maudy.
(mdk/end)