Fakta Deva Rachman Istri Mendiang Syekh Ali, Anak Tokoh Ternama Berkarier Cemerlang
Di balik kabar duka Syekh Ali Jaber yang telah menghembuskan napas terakhirnya beberapa hari lalu, sosok Deva Rachman langsung mencuri perhatian. Ia merupakan istri mendiang Syekh Ali yang nyaris tak pernah tersorot. Padahal, banyak fakta menarik mengenai sosok wanita cantik yang satu ini.
Kepergian Syekh Ali Jaber meninggalkan duka mendalam. Sang istri Deva Rachman juga tak dapat menutupi kesedihannnya.
Selama ini Deva nyaris tak pernah tersorot. Sosok wanita cantik ini memiliki karier gemilang. Ayahnya Arief Rachman merupakan tokoh di dunia pendidikan.
Arief merupakan seorang guru yang pernah mengajar dan menjadi kepala sekolah SMA Labschool, Rawamangun, Jakarta. Bukan hanya itu, Arief juga ternyata guru besar salah satu universitas.
Lantas, apa saja fakta menarik mengenai sosok Deva yang ternyata bukan berasal dari keluarga sembarangan. Berikut ulasannya.
Deva Berduka
Kehilangan suami tercinta untuk selamanya, tentu meninggalkan duka mendalam bagi Deva. Apalagi, sosok Syekh Ali dikenal sebagai pribadi yang begitu baik dan sangat rendah hati. Ia pun sempat mencurahkan isi hatinya saat kehilangan suami tercinta.
"Selamat jalan, Sayangku Syaikhuna Ali Jaber ... sampai bertemu di Jannah in sha Allah..Aamiin .. Alhul Jannah, ahlul Quran,,, alhamdulillah innailaihi rojiuun," kata Deva di akun instagram @DevaRachman.
©2021 Merdeka.com/Istimewa
Karier Deva
Bicara soal sosok Deva, ia rupanya memiliki karier yang gemilang. Deva sempat bekerja di beberapa perusahaan dengan jabatan yang patut diperhitungkan. Hal tersebut diketahui dari akun Linked miliknya.
Tercatat ia pernah bekerja sebagai Public Sector Senior Adviser di Prospera pada Desember 2018, lalu Secretary General Indonesia -Kuwait & Qatar Business Council Indonesia -Kuwait Business Council.
Kemudian di Indosat Ooredoo sebagai Head of Corporate Communications Group, National Corporate Affairs Manager Coca-Cola Amatil Indonesia serta menjadi Development Public and Government Affairs Manager di ExxonMobil Oil Indonesia.
Pendidikan
Agaknya tak heran bila Deva memiliki karier yang gemilang bila menilik pendidikan yang selama ini ditempuhnya. Diketahui ia pernah mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia, Bachelor Social and Political Science, Sociology tahun 1994 hingga 1998.
Kemudian di Northwestern University - Kellogg School of Management di tahun 2007, dan University of Indonesia Master Social Development and Public Policy pada tahun 2009 silam.
Sosok Ayah Deva
Deva adalah anak dari Arief Rachman yang merupakan seorang guru yang pernah mengajar dan menjadi kepala sekolah di SMA Labschool, Rawamangun, Jakarta. Bukan hanya itu, Arief juga pernah menjadi dosen luar biasa di Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia.
Sekarang, ia merupakan seorang guru besar di Universitas Negeri Jakarta. Pada tahun 2000 silam, Arief pernah aktif menjadi pembawa acara program agama Islam bertajuk Hikmah Fajar yang tayang di RCTI.
Arief memang sudah tak mengajar lagi, meski begitu ia masih aktif di dunia pendidikan. Bisa dibilang, Arief merupakan salah satu tokoh pendidikan Indonesia.
Bahkan, ia sempat ditanya pendapatnya ketika Presiden Amerika Serikat yakni George Walker Bush berkunjung ke Tanah Air pada 20 November 2006 silam.
Mendiang Syekh Ali di Mata Mertua
Dalam video di saluran YouTube Starpro Indonesia dengan judul Prof Arief Rachman, Mertua Sebut Syekh Ali Jaber Ingin Terus Mensyiarkan Al-Quran - StarUpdate 15/1 yang tayang pada 15 Januari 2021, Arief mengungkap tentang sosok mendiang Syekh Ali di matanya.
"Kondisinya dari anak baik-baik. Ini kan Syekh Ali Jaber ini kan dari keluarga yang taat jadi sudah biasa menghadapi musibah, kegembiraan, semuanya dihadapi dengan kedekatan beliau dan keluarganya kepada Allah SWT. Syekh Ali sifatnya rendah hati, tidak sombong," jelas Arief.
"Lalu yang kedua dia mau mendengarkan ilmu orang lain. Lalu yang ketiga yang saya senang sekali dari Syekh Ali, semua ilmu-ilmu dari mana-mana itu oleh beliau akan dipakai sebagai kekuatan untuk membesarkan umat Islam," sambungnya.
(mdk/end)