Dokter Tirta Ingatkan Penanganan Depresi Tak Cukup Hanya Mendekatkan Diri Pada Tuhan, Begini Penjelasannya
Dokter Tirta menegaskan penanganan depresi yang dilakukan tenaga profesional sangat penting dan mengingatkan generasi muda akan hal tersebut.
Influencer kesehatan, dr. Tirta, menyampaikan pandangannya tentang salah satu masalah psikologis yang banyak dihadapi masyarakat saat ini, yaitu depresi. Ia menjelaskan depresi merupakan kondisi serius yang tidak boleh dianggap remeh, terutama jika seseorang mengalaminya sendirian.
“Semakin dalam dia jatuh ke depresi, semakin dalam depresi jurangnya. Makanya orang depresi musuh utamanya adalah ketika dia sendirian,” ungkap Dokter Tirta dalam sebuah wawancara di TikTok sehatjiwaragaku.
Tak hanya itu, dia menambahkan kesendirian dapat menyebabkan seseorang terjebak dalam pola pikir negatif mengenai dirinya sendiri.
“Dia akan terjebak di alam pemikirannya terus bahwa dia itu gagal, jelek, gagal, gagal, dihina,” jelasnya.
Menurut Dokter Tirta, penanganan depresi tidak semudah memberikan motivasi atau nasihat spiritual. Ia menekankan mendekatkan diri kepada Tuhan bisa menjadi salah satu cara, tetapi belum tentu menjadi solusi utama.
“Apakah solusinya 'Kamu harusnya termotivasi!' Tidak segampang itu. Ya, mendekatkan diri ke Allah itu termasuk solusi, tapi belum tentu bisa menyembuhkan,” tegasnya.
Orang Alim Tetap Beresiko Alami Depresi
Dr. Tirta menegaskan meskipun seseorang terlihat religius, mereka tetap berisiko mengalami depresi.
"Apakah orang yang rajin berdoa tetap bisa depresi? Bisa jadi," ujarnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan dalam situasi tertentu, individu yang mengalami depresi dapat menunjukkan gejala tambahan, seperti halusinasi suara.
"Oh ya bisa, berarti ada psikotiknya, dan itu harus mendapatkan perawatan lebih lanjut oleh dokter kejiwaan. Psikiater, psikolog," tambahnya.
Hindari Self-Diagnose
Ia juga menekankan betapa pentingnya penanganan yang dilakukan para profesional. Selain itu, ia memperingatkan generasi muda agar tidak sembarangan melakukan diagnosis kesehatan sendiri hanya berdasarkan informasi yang ditemukan di internet.
"Solusinya apa buat anak muda? Jangan pernah mendiagnosa diri sendiri, karena mendiagnosa diri sendiri yang terjadi malah akan bad news hasilnya," tegasnya.