Diddy Dan Jay-Z Bebas Usai Penuntut Cabut Tuduhan Kasus Kekerasan Seksual Anak 13 Tahun
Jay-Z mengungkapkan Beyonce dan anak-anak mereka mengalami trauma akibat tuduhan yang beredar.
Sekitar dua bulan yang lalu, Jay-Z tiba-tiba terlibat dalam kasus dugaan kekerasan seksual yang juga melibatkan nama Diddy. Tuduhan ini semakin memalukan karena wanita yang mengajukan klaim tersebut mengungkapkan insiden itu terjadi ketika ia masih di bawah umur, yakni pada usia 13 tahun.
Menurut laporan dari E! News pada hari Sabtu (15/2), penuntut yang menggunakan nama samaran Jane Doe akhirnya mencabut gugatannya secara sukarela. Lebih lanjut, dokumen putusan pengadilan yang diperoleh media menunjukkan gugatan tersebut dibatalkan dengan stempel dismissed with prejudice. Artinya penggugat dan kedua pengacaranya, Tony Buzbee dan Antigone Curtis, tidak dapat mengajukan kembali kasus ini ke pengadilan.
"Penasihat Penggugat telah membahas hal ini dengan penasihat hukum para Tergugat, yang mengakui dan menyetujui permohonan ini," tulis dokumen tersebut.
Anak dan Istri Alami Trauma
Di sisi lain, Jay-Z merasa sangat bahagia dengan keputusan ini. Ia segera membagikan pernyataan melalui akun Twitter atau X milik labelnya, Roc Nation. Suami dari Beyonce ini mengungkapkan rasa senangnya atas kemenangan yang diraihnya.
"Tuduhan sembrono, fiktif, dan mengerikan ini telah dibantah," tulis Jay-Z pada 14 Februari lalu.
Ia menambahkan, "Gugatan perdata ini tidak berdasar dan tidak akan bisa sukses. Kisah fiksi yang mereka ciptakan sungguh menggelikan, kalau tidak memandang tuduhannya yang begitu serius,".
Meskipun Jay-Z telah meraih kemenangan, ia menyatakan peristiwa tersebut memberikan dampak yang sangat mendalam bagi keluarganya.
"Aku tak mau pengalaman ini terjadi pada siapa pun. Trauma yang dialami olehku, istriku, anak-anakku, dan orang-orang terkasihku, dan saya tidak boleh diabaikan," ungkapnya.
Dia menambahkan perasaan tersebut tidak hanya dirasakannya sendiri, tetapi juga oleh anggota keluarganya yang lain. Selanjutnya, Jay-Z mengkritik pengacara Tony Buzbee dan timnya, yang menurutnya memanfaatkan situasi penggugat demi kepentingan finansial.
"Dan saat mereka menyadari bahwa rencana mereka bakal gagal, mereka bisa berlalju begitu saja tanpa konsekuensi apa pun. Sistemnya sudah gagal," lanjut Jay-Z.
Jay-Z Merasa Jadi Korban
Di akhir pernyataannya, salah satu selebriti dengan kekayaan terbesar ini mengingatkan pentingnya sistem hukum yang tidak hanya melindungi para korban, tetapi juga menjaga agar orang-orang yang tidak bersalah tidak menjadi sasaran tuduhan tanpa dasar.
Jay-Z menutup pernyataannya dengan menekankan harapannya, "Semoga kebenaran menang untuk semua korban dan juga orang tak bersalah yang dituduh secara tak adil."
Reaksi Diddy Usai Laporan Dicabut
Berbeda dengan Jay-Z yang kini dapat merasa tenang, Diddy atau Sean Combs masih harus berurusan dengan berbagai tuntutan hukum yang serupa. Dia akan menjalani persidangan pada bulan Mei yang akan datang. Melalui kuasa hukumnya, Diddy menyatakan rasa optimisnya terhadap pembatalan kasus ini.
"Selama berbulan-bulan, kami menyaksikan kemunculan kasus demi kasus yang diajukan orang-orang yang bersembunyi di balik anonimitas, diajukan oleh seorang pengacara yang lebih fokus pada pemberitaan ketimbang alasan hukum," ungkap pengacara Diddy.
Dia juga menambahkan, "Serupa dengan yang ini, klaim lainnya juga akan hancur karena tak ada kebenaran di dalamnya. Sean Combs tidak pernah melakukan pelecehan seksual atau memperdagangkan siapa pun---pria atau wanita, dewasa atau anak di bawah umur,".