Cerita Iwan Fals Berlatih Karate Selama 40 Tahun Karena Keluarga Terancam
Iwan Fals menceritakan tentang kisah hidupnya yang selama ini nyaris tak pernah terungkap. Yakni mengenai keputusannya belajar karate karena kondisi keluarganya yang sempat merasa terancam.
Iwan Fals menceritakan tentang kisah hidupnya yang selama ini nyaris tak pernah terungkap. Yakni mengenai keputusannya belajar karate karena kondisi keluarganya yang sempat merasa terancam.
Berawal dari merasa terancam, akhirnya musisi legendaris itu jatuh cinta pada olahraga karate. Hingga berjalan 40 tahun Iwan masih menjalani bela diri tersebut.
Hal itu dibeberkan Iwan dalam video di saluran YouTube Soleh Solihun dengan judul 'The Soleh Solihun Interview: Iwan Fals' yang tayang pada 6 September 2021 kemarin.
Berawal dari Judo
Sejak masih kecil, Iwan memang menekuni olahraga beladiri. Awalnya, ia ikut latihan judo, kemudian beralih ke silat, hingga akhirnya memilih latihan karate selama berpuluh-puluh tahun.
"Karate untuk memperlambat proses pembusukan, kalau gak karate busuk tuh. Saya tuh SD sempat juara nasional judo SD tingkat DKI (Jakarta). SMP terus sempat belajar silat gitu-gitu," terang Iwan.
"Mulai anak saya lahir saya belajar karate dari umur 20an sampai sekarang. Jadi 40 tahun (belajar karate) tapi gak bisa terbang juga kayak di film-film," papar Iwan sembari tertawa.
You Tube - Iwan Fals
Terancam
Iwan membeberkan alasan mengapa dirinya berlatih karate. Soalnya, dulu ia merasa keluarganya terancam dengan kondisi lingkungan rumah yang tak nyaman.
"Suatu saat saya merasa keluarga saya terancam, saya pikir jadi akhirnya udah saya latihan aja. Latihan persiapan untuk berkelahi sebenarnya, tapi ya udah latihan latihan akhirnya jatuh cinta (pada karate) sampai sekarang," jelasnya.
"Ada jadi dulu saya depan rumah saya kelompok orang-orang, pada saat saya udah bantu dia. Jadi dia gak punya air saya kasih air. Begitu musim hujan air saya cabut, eh marah dianya," lanjut dia.
Lampu Rumah Dipecahkan
Tetangga yang ngamuk melakukan aksi berani dengan memecahkan lampu-lampu di rumah Iwan. Dari situ Iwan memutuskan untuk menekuni karate sebagai upaya pertahanan diri.
"Marah malah lampu neon dipecahin. Akhirnya ya saya istri sama almarhum ' Waduh gak ada orang lain', di sana bengkel banyak orang. Dari situ, ya mulai was-was kalau saya takut diapa-apain," kata Iwan.
"Saya terancam ya udah saya datangin aja tempanya, saya naik motor saya masukin ke plastik bensin, 'Gua bakar lu'. Eh beberapa hari kemudian salah satu tokoh itu meninggal," sambung Iwan.
(mdk/end)