LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. ARTIS

Cerita Dimas Ahmad Dimarahi Orangtua Karena Sering Pulang Pagi & Dituding Mabuk

Saat masih duduk di bangku sekolah, Dimas Ramadhan atau lebih dikenal dengan nama Dimas Ahmad mengaku sering pulang pagi sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB. Hal tersebut membuat Dimas dimarahi oleh orangtuanya karena dikira melakukan hal tak baik seperti mabuk-mabukan.

2021-04-05 08:45:37
Dimas Ramadhan
Advertisement

Saat masih duduk di bangku sekolah, Dimas Ramadhan atau lebih dikenal dengan nama Dimas Ahmad mengaku sering pulang pagi sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB. Hal tersebut membuat Dimas dimarahi oleh orangtuanya karena dikira melakukan hal tak baik seperti mabuk-mabukan.

Itu semua diceritakan Dimas kepada Sule dalam video di saluran YouTube Sule Channel dengan judul 'Ini Yang Belum Diceritakan Dimas Ahmad!? Horor!!' yang tayang pada 2 April 2021 lalu.

Awalnya, Dimas menceritakan tentang kegiatannya membantu sang ayah berjualan bakso ikan. Ceritanya kemudian berlanjut tentang dirinya yang setiap hari pulang pagi hingga dimarahi oleh orangtua.

Advertisement

Berawal dari Bosan

Dimas pulang sekolah jam dua siang. Setelah pulang sekolah, ia tak memiliki kegiatan lain hingga akhirnya memutuskan untuk membantu sang ayah berjualan bakso ikan. Soalnya, Dimas merasa bosan jika hanya berdiam diri di rumah.

"Sekolah tuh kan biasanya jam dua pulang, gabut. Bosen gitu kan, kata Bapak bantuin jualan. Pertama ngebantuin sama Bapak, bantuin ngiket. Awal-awalnya ditinggal Bapak ke masjid dulu mau salat. Ditinggal ada yang beli. Lama kelamaan Bapak mau pulang dulu ya mau mandi," jelas Dimas.

Advertisement

"Pulang mandi balik lagi. Akhirnya lama kelamaan kalau bapak libur, 'Pak dagang gak?', 'Enggak', 'Mau jualan gak?', 'Ya udah'. Berangkat sendiri, udah bisa beres-beres bakso sendiri," sambungnya.

Berjualan Malam

Setelah sudah bisa berjualan sendiri, akhirnya Dimas membantu bisnis ayahnya itu dengan berjualan mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Dimas tak dibayar, namun ia bahagia bisa membantu usaha yang dijalani keluarganya itu.

"Itu usaha Bapak jadi saya gak dibayar sih. Kalau mau minta ya dikasih, saya bantuin doang. Yang tungguin kadang Bapak, kadang saya. Bapak dari pagi sampai magrib, saya dari magrib sampai jam 10an," jelasnya.

YouTube Sule Channel ©2021 Merdeka.com

Cari Uang Tambahan

Dimas biasanya kerap mendapat uang jajan tambahan dari ayahnya, namun hal tersebut dirasa tak cukup. Dimas putar otak untuk mencari uang tambahan karena ia tak mau terus minta uang kepada keluarganya.

"Dikasih Rp 1.000-2.000 sama Bapak buat jajan. Itu SMK. Namanya sekolah ada biaya ini itu. Saya nyari kerja sampingan lain jual nasi goreng. Numpang di orang, dia sendirian kadang suka keteter. Akhirnya bantuin dari jam enam di Bapak sampai jam 10, pindah ke nasgor," terang Dimas.

Dikira Mabuk-mabukan

Membantu berjualan nasi goreng demi mendapat uang tambahan, Dimas pun harus pulang pukul 02.00 hingga 03.00 WIB setiap harinya. Hal tersebut membuat kedua orangtuanya curiga lantaran Dimas tak jujur soal pekerjaan sampingannya itu. Sampai-sampai ia dimarahi karena dituding mabuk-mabukan.

"Pulang jam satu atau sampai abis. Pertama-tama (orangtua) gak tahu, emang gak bilang. Gak wajib tahu juga. Kalau gak dikasih tahu juga bahaya. Suatu hari diomelin tiap hari pulang jam dua atau tiga subuh. Dikiranya mabuk, bilang aja jualan nasi goreng," kata Dimas.

YouTube Sule Channel ©2021 Merdeka.com

(mdk/end)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.