30 Kata-kata Sedih dan Kecewa, Luapan Emosi dan Menyayat Hati
Hidup adalah roda yang terus berputar. Sedih dan kecewa, senang, bahagia, kecewa akan datang silih berganti. Hidup memang tak selamanya bahagia. Kadang perasaan kecewa dan sedih datang menghampiri. Namun itu bagian dari kehidupan.
Hidup adalah roda yang terus berputar. Sedih dan kecewa, senang, bahagia, kecewa akan datang silih berganti. Hidup memang tak selamanya bahagia. Kadang perasaan kecewa dan sedih datang menghampiri. Namun itu bagian dari kehidupan.
Namun sedih dan kecewa adalah hal yang normal. Tinggal bagaimana kita menyikapinya secara positif. Bahkan ada ungkapan yang menyebut jika kamu tidak akan merasakan perasaan bahagia tanpa adanya kesedihan.
Saat kamu merasa sedih dan kecewa mengadulah kepada-Nya. Curahkan semua kesedihan dan kekecewaannmu. Berikut kumpulan kata-kata sedih dan kecewa untuk menggambarkan perasaan kamu seperti dilansir berbagai sumber.
1. "Bodoh aku yakni terus menerus memikirkanmu, sementara kamu terus bermain dengan orang lain."
2. "Orang menangis bukan karena mereka lemah. Itu karena mereka terlalu tangguh untuk waktu yang lama."
3. "Jika ingin beranjak pergi, pastikan sudah mengemas semua kenangan yang kau ciptakan dalam pikiran, agar tak tersisa duka mendalam."
4. "Aku telah belajar sekarang bahwa sementara mereka yang berbicara tentang kesengsaraan seseorang biasanya terluka, mereka yang berdiam diri lebih terluka."
5. "Mengapa aku merasa sangat hampa tanpa ada alasan apapun."
6. "Hukuman terberat dari Allah adalah ketika Allah telah menutup diri kita untuk dapat berbuat dan melakukan segala kebaikan."
7. "Tidakkah menyedihkan ketika kamu tersakiti, namun hanya bisa berkata, saya sudah terbiasa?"
8. "Kata orang, saat kita berbohong satu kali, sebenarnya kita berbohong dua kali. Bohong yang kita ceritakan ke orang, dan bohong yang kita ceritakan ke diri kita sendiri." (Ika Natassa)
9. "Aku akan tetap di sini untuk bersedih sebentar saja. Jadi, kalian tidak perlu mengkhawatirkanku. Pergi dan bersenang-senanglah."
10. "Aku akhirnya mendapatkan buket dan itu adalah hadiah selamat tinggal. Itu menyedihkan."
11. "Terkadang, hal yang hanya bisa kamu lakukan adalah berbaring dan berharap untuk segera tidur sebelum semuanya bertambah buruk."
12. "Sakit sekali rasanya ketika kamu sudah melakukan yang terbaik, tapi masih dirasa tidak cukup."
13. "Setiap kali kamu berbohong, itu akan membawaku selangkah lebih maju untuk mengucapkan selamat tinggal."
14. "Yang tak kupahami adalah bagaimana seseorang dapat menceritakan banyak kebohongan dan tak pernah merasa bersalah tentang hal tersebut."
15. "Bagiku, tidur bukanlah sekadar melepas lelah, melainkan sebuah pelarian."
16. "Aku sangat lelah untuk berjuang. Sesekali, aku juga ingin diperjuangkan."
17. "Semua masalah manusia berasal dari ketidakmampuan manusia untuk duduk diam di kamar sendirian."
18. "Meski hatimu kini terbawa arus, aku akan tetap menunggu di dermaga yang sama."
19. "Setiap jeda pada detak jantung maka disana kubingkai do'a dengan namamu ku gantung."
20. "Bukan hal yang mudah melepaskan atau mempertahankan apa yang semula baik tiba-tiba berubah drastis menjadi amat buruk."
21. "Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup, dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia." (Ali bin Abi Thalib)
22. "Teman palsu dan 'bayangan' hanya muncul saat matahari bersinar."
23. "Hati-hati kalau curhat dan terlalu percaya sama seseorang. Kadang yang namanya pengkhianat itu bisa nyamar dulu jadi sahabat."
24. "Kepercayaan itu seperti kaca. Saat rusak, kau bisa memperbaikinya. Tapi kau masih bisa melihat retakannya."
25. "Aku tahu seperti apa aku terlihat. Seperti boneka badut yang aneh dan sedih. aku baik-baik saja dengan itu."
26. "Walaupun banyak orang di sekitarku, entah kenapa aku masih merasa kesepian."
27. "Kamu adalah hatiku. Bahkan jika kamulah sang patah hati."
28. "Tidak perlu menjilat agar terlihat, tidak perlu menggonggong jika ingin ditolong, tidak harus menggigit untuk berduit."
29. "Jika kau meninggalkan seseorang demi orang lain, jangan kaget jika orang itu meninggalkanmu demi orang lain."
30. "Menangis itu seperti melakukan bicara namun melalui mata, karena bibirmu tak sanggup berucap untuk menjelaskan hatimu yang merana."