Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ternyata, 50 Persen PNS Indonesia Belum Kantongi Ijazah Sarjana

Ternyata, 50 Persen PNS Indonesia Belum Kantongi Ijazah Sarjana Memantau kehadiran ASN-PNS. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Syafruddin, menegaskan program peningkatan kapasitas ASN harus terus dilakukan. Sebab dia mengakui, saat ini separuh pegawai negeri sipil (PNS) Indonesia belum mengantongi pendidikan Sarjana.

Menurut dia, saat ini, porsi ASN yang mengantongi ijazah perguruan baik jenjang sarjana, magister, mau doktor baru 50 persen. Sisanya belum mengantongi ijazah S1.

"Kesarjanaannya ada S1, S2, S3. Itu baru 50 persen separuhnya masih belum sarjana," ungkap dia, saat Launching Program Double Degree Peningkatan Kapasitas ASN, di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (21/8).

Hal inilah, kata dia, yang menjadi tugas pemerintah untuk terus mendorong agar kapasitas ASN. Khususnya dari sisi tingkat pendidikan dapat terus ditingkatkan.

"Jadi inilah yang kita pacu. Yang belum sarjana kita jadikan sarjana. Yang sudah S1 kita jadikan S2," imbuhnya.

Tak hanya itu. Dia pun menegaskan bahwa para ASN tidak saja didorong untuk naik kelas dari sisi tingkat pendidikan. ASN juga didorong untuk memperluas jaringan.

Oleh karena itulah, pemerintah menyediakan fasilitas bagi PNS untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. "Kapasitas ASN harus di-upgrade. Ini yang kita lakukan. Yang S1 kita. mau jadikan S2, tapi ada networking. Makanya ditaruh di luar supaya kita tidak ketinggalan dengan perkembangan global," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Syafruddin mengatakan Indonesia membutuhkan lebih banyak abdi negara untuk membawa perubahan dalam hal birokrasi. Sampai dengan saat ini, kata dia, RI masih jauh tertinggal dengan Singapura dalam jumlah PNS.

Sebab itu, jumlah ini dinilai masih belum ideal untuk melayani masyarakat. "2017 ada 4,5 juta PNS, masih sangat sedikit. Tahun ini kita akan rekrut 100.000 lagi (PNS). Jadi 5 tahun akan datang kita bisa rekrut 25 persen talenta, 2024 kita masih butuh 200.000 talenta," ujarnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP