Simak Rahasia Sukses Jack Ma, Si Gaptek yang jadi Pengusaha Tajir e-Commerce
Merdeka.com - Jack Ma dikenal sebagai salah satu orang terkaya di China dan dunia. Jika Anda sering berbelanja di e-commerce, pasti pernah mendengar Alibaba.
Ya, Jack Ma adalah miliarder di balik kesuksesan Alibaba Group, perusahaan teknologi dan bisnis besar asal China. Menurut Forbes, kekayaan Jack Ma saat ini sebesar USD 38,6 miliar atau Rp542 triliun (USD 1 = Rp14.052). Dia adalah orang terkaya nomor 21 di dunia.
Namun, siapa yang menyangka kalau ternyata Ma adalah orang yang tidak tahu apa-apa soal teknologi, alias gagap teknologi (gaptek). Bagaimana bisa orang gaptek sukses membesarkan perusahaan teknologi?
Ma, dalam wawancaranya dengan CNBC, mengakui kalau dirinya tidak mengetahui apapun soal teknologi, pemasaran dan hal apapun tentang bisnis.
Maka dari itu, ada beberapa resep yang Jack Ma gunakan untuk mencapai kesuksesan hingga dirinya menjadi miliarder seperti sekarang, dikutip dari City A.M.
Belajar dari Kegagalan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPertama, pelajari mengapa orang bisa gagal. Jangan belajar dari kisah sukses, karena menurut Jack Ma, orang sukses hanya terlihat manisnya saja.
Sebaliknya, kita harus tahu apa yang membuat usaha gagal agar kita tidak melakukannya di kemudian hari sekaligus membuat kita berpikir mencari alternatif jika suatu jalur berpotensi membuat usaha gagal.
Dengarkan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKedua, dengarkan "tetangga" sebelah. Maksudnya bukan mendengarkan omongan orang-orang secara acak tentang bisnis mereka. Kalaupun ada, mereka punya potensi merendahkan kita sehingga jangan Anda hiraukan.
Ketika "tetangga" yang sudah lebih dulu sukses punya jamu sendiri, coba ikut cicipi jamu tersebut untuk usaha Anda. Siapa tahu, berhasil.
Berinovasi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKetiga, terapkan filosofi "perbaiki atap saat matahari bersinar". Maksudnya, Ma dengan berani mengubah arah perusahaan justru ketika kinerjanya sedang dalam kondisi baik. Namun, ketika perusahaan sedang di bawah, waspadalah untuk mengambil tiap langkah. Jika badai datang tapi Anda tidak "naik ke atas untuk membetulkan atap, rumah Anda akan hancur". Kira-kira, demikian interpretasi filosofi Jack Ma dalam bisnisnya."Ketika saya merasa tahun ini hebat bagi perusahaan, artinya itu sebuah sinyal bahwa kami harus ubah arah perusahaan," tuturnya.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya