Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pembangunan Kereta Cepat Terhambat Izin Pemda, Menhub Budi Terjunkan Tim Khusus

Pembangunan Kereta Cepat Terhambat Izin Pemda, Menhub Budi Terjunkan Tim Khusus Menhub Budi Karya Sumadi Soal Kereta Cepat. ©Liputan6.com/ Maulandy Rizky Bayu Kencana

Merdeka.com - Indonesia sedang membangun jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. Nantinya kereta cepat ini memiliki kecepatan hingga 200 kilometer per jam hingga membuat perjalanan dari Jakarta-Bandung hanya memakan waktu 35 menit.

Namun demikian, upaya pembangunan ini terganjal oleh izin Pemerintah Daerah. Bupati Bandung Barat, Aa Umbara, enggan mengakomodir proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Sebab, PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC) belum berkomitmen terhadap pemerintah daerah.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan menindaklanjuti terkait masalah perizinan yang diberikan oleh pemerintah daerah tersebut. Pihaknya akan menerjunkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan KCIC untuk menyelesaikan.

"Saya akan tugaskan Dirjen Kereta dan Direktur KCIC untuk menyelesaikan masalah ini. Masalah komunikasi saja," tutur Menhub Budi saat ditemui di Kantor Kemaritiman, Jakarta, Selasa (2/7).

Seperti diketahui proyek pembangunan kereta cepat ini dimulai 2018 lalu. Proyek dimulai dari kawasan Halim Perdanakusuma hingga kawasan Tegal Luar, Kabupaten Bandung.

Berdasarkan catatan merdeka.com, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA sendiri mencatat bahwa konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) telah mencapai 9,2 persen sampai dengan Februari 2019. Perusahaan menargetkan pembangunan KCJB mencapai 55 persen pada tahun ini.

"Kereta cepat itu sekarang progresnya 8 hampir 9,2 persen. Sampai akhir bulan lalu 9,2 persen," ujar Direktur Utama WIKA, Tumiyana.

Pembebasan lahan menjadi salah satu kendala pengerjaan KCJB. Namun kini perkembangan atau progres pembebasan lahan sudah menyentuh 94 persen. Adapun sisanya 6 persen merupakan proses fasos dan fasum.

"Kita pembebasan tanahnya sudah 94 persen. Sekarang sisa yang 6 persen itu adalah fasos dan fasum. Tapi kita coba forecast mudah-mudahan tanahnya bisa rampung sampai dengan awal Juni ini," kata Direktur Utama WIKA, Tumiyana.

Dia menegaskan, sampai dengan hari ini pekerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung masih terus berlangsung.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP