Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten di angka 6 persen, salah satunya disokong oleh konsumsi domestik yang tinggi. Tingginya konsumsi domestik tersebut didorong oleh pertumbuhan kelas menengah yang meningkat pesat.
SVP & Head of Costumer Value HSBC Indonesia Vira Widiyasari mengatakan pertumbuhan kelas menengah ini dapat dilihat dari bertumbuhnya kepemilikan kartu kredit di Indonesia.
"Pertumbuhan kartu kredit di Indonesia 6,35 persen per tahun. Kalau jumlahnya 14,8 juta kartu kredit per Desember 2012," papar Vira di Kota Kasablanka, Jakarta, Selasa (11/6).
Vira mengatakan pertumbuhan jumlah kartu kredit ternyata seiring dengan pertumbuhan sektor ritel di Indonesia. "Kita dapati ternyata in-line dengan pertumbuhan ritel. Pertumbuhan ritel 17 persen per tahun. Di Jakarta lahan yang digunakan untuk bisnis ritel tahun 2000 sekitar 1 juta meter per segi, tahun 2013 sudah 4 juta meter per segi," papar Vira.
Pertumbuhan jumlah kartu kredit dengan sektor ritel ternyata berhubungan dengan aktifitas nasabah dalam menggunakan kartu kredit untuk belanja. Data dari Visa, lanjut Vira, mendapati bahwa perilaku nasabah dalam menggunakan kartu kredit lebih banyak digunakan untuk berbelanja pakaian atau fashion.
"Data Visa menunjukkan pemakaian kartu kredit paling tinggi itu di ritel: clothing and accessories. Ternyata sama dengan HSBC. Pemakaian kartu HSBC di kategori fashion 21 persen lebih tinggi dibanding kartu lain, rata-rata nilai pembelanjaan di fashion 55 persen lebih tinggi daripada kartu lain," kata Vira.
Menurut Vira, event-event seperti Jakarta Great Sale yang berlangsung mulai 1 Juni hingga 14 Juli 2013, mendorong tingginya penggunaan kartu kredit, khususnya ke pakaian dan aksesoris.
"Shopping spree Juni-Juli 2013, Juni-Juli itu liburan sekolah, waktu yang tepat untuk great sale. Tidak hanya Indonesia yang great sale. Negara tujuan favorit untuk berbelanja orang Indonesia adalah Singapura, Hong Kong, Malaysia. Itu juga dorong orang pakai kartu kredit," ungkap Vira.
Dengan banyaknya event-event, baik nasional maupun regional, Vira mengatakan, HSBC optimis pertumbuhan kartu kredit HSBC akan semakin pesat. "Total kartu kredit HSBC sekitar 800.000 hingga 850.000. Rata-rata kita lihat pertumbuhan 55 persen higher then industri (penggunaan kartu kredit untuk fashion). Kalau industri tumbuh 10-20 persen, kita juga gak mau kalah," ujar Vira.
Pertumbuhan tersebut sudah mempertimbangkan penerapan berbagai aturan BI terkait kartu kredit, salah satunya adalah pembatasan jumlah penerbit hanya dua bagi nasabah dengan pendapatan antara Rp 3 juta hingga Rp 10 juta per bulan.