Negara-Negara Besar ini Tengah Bergejolak soal Ekonomi
Merdeka.com - Beberapa negara tengah mengalami gelombang protes dari warganya. Kondisi ekonomi yang tak menentu menjadi pemicunya. Bahkan ada yang sampai tahap krisis ekonomi.
Warga sampai turun ke jalan menyampaikan protes karena kondisi ekonomi yang sulit. Di negara mana saja yang tengah bergejolak, berikut ulasannya:
Prancis
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSituasi di Prancis tengah panas. Warga Prancis sampai turun ke jalan untuk memprotes kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan biaya hidup yang tinggi. Menurut Kementerian Dalam Negeri setempat, sedikitnya 50.000 orang ikut aksi demonstrasi itu. Tak hanya demo, mereka juga bentrok dengan pasukan keamanan Prancis.
Rencananya, kenaikan harga bahan pangan akan diberlakukan pada Januari atau Februari. Namun kenaikan itu ditunda karena banyak masyarakat yang tidak setuju.
Venezuela
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comNegara Venezuela juga bergejolak. Bahkan mengalami krisis. Bahkan sampai beberapa masyarakat pindah ke negara tetangga, seperti Kolombia. Padahal Venezuela menjadi salah satu negara yang kaya minyak. Tapi saat ini, harga minyak Venezuela sedang anjlok, dan 95 persen pemasukan Venezuela bergantung ekspor. Akibat masalah ini, mahasiswa Venezuela sampai turun ke jalan, menuntut pemerintah perbaikan ekonomi negaranya. Kini Presiden Venezuela Nicolás Maduro mencoba menangani krisis ini, seperti meminta bantuan dari negara lain.
Argentina
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comNegara ini mengalami krisis ekonomi karena meningkatnya inflasi pada medio September 2018. Imbasnya adalah kenaikan harga-harga kebutuhan di Argentina. Mahalnya kebutuhan di Argentina membuat masyarakat berdemo dan menuntut perbaikan negara. Sebelumnya, tahun 2001, Argentina juga mengalami krisis. Ini adalah krisis pertama di negara itu. Saat itu, keuangan Argentina mengalami defisit karena korupsi. Ditambah lagi dengan dana utang yang diperoleh Argentina lewat penerbitan deposito. Argentina tidak mampu melunasi utangnya yang mencapai USD 100 miliar. Argentina saat itu berstatus default.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya