Minim alokasi dana APBN ke pertanian buat Indonesia rajin impor

Alokasi dana APBN pada sektor pertanian saat ini disebut hanya 1 persen.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Minim alokasi dana APBN ke pertanian buat Indonesia rajin impor
buah impor banjir jelang lebaran. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Upaya menahan laju derasnya impor pangan dinilai belum menunjukkan tanda keseriusan dari pemerintah. Terbukti dari alokasi dana dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk sektor pertanian masih minim.Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi mengatakan seharusnya alokasi dana APBN untuk sektor pertanian mencapai 70 persen. Selama ini anggaran untuk pertanian menurutnya hanya diberikan 1 persen dari APBN.Anggaran 70 persen tersebut dipergunakan untuk penyediaan benih, bibit dan infrastruktur. "Dari pada buat PNS yang hanya makan minum menghabiskan, mending buat petani saja," ungkapnya saat diskusi pandangan partai politik tentang 'Liberalisasi Impor Hortikultura, Stop atau Lanjutkan?' di Jakarta, Rabu (25/2).Selain peningkatan produksi, lanjutnya, pemberian edukasi kepada anak muda untuk mengonsumsi produk dalam negeri juga penting dilakukan. Pasalnya, tanaman buah-buahan maupun hasil pangan dalam negeri masih mampu memenuhi kebutuhan nasional."Kita ini kan suka memelihara tapi gemar membeli. Kesalahan kita itu mulai dari apa-apa beli, beli, beli," ucapnya.Menurut Suhardi, buah lokal justru lebih bergizi dan sehat dibandingkan produk impor. "Kita bahkan sangat laik menjadi penopang pangan. Bagaimana malah kita lebih suka membeli, tidak memelihara, menanam itu mendapat manfaat yang besar, kita juga bisa mengekspor," jelasnya.

Rekomendasi