Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mendag ungkap paket deregulasi RI tertinggal dari negara lain

Mendag ungkap paket deregulasi RI tertinggal dari negara lain Jokowi umumkan paket kebijakan ekonomi. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengingatkan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia lebih waspada pada kondisi ekonomi saat ini. Jangan sampai terbuai dengan menguatnya Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) saat ini.

"‎Kalau secara fundamental saya bilang posisi Indonesia sangat rawan dan memprihatinkan," katanya dalam acara Rapat Kerja Nasional Kadin Indonesia bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (19/10).

Dia menambahkan, rawannya ekonomi Indonesia karena pemerintah tertinggal dalam mengambil kebijakan deregulasi dan debirokratisasi. Pasalnya, beberapa negara lain telah melakukannya beberapa tahun silam.

"Saya lihat secara umum, kita (Indonesia) ketinggalan sekali. Terasa sekali. Jadi sekarang kita baru gembar gembor deregulasi, terus terang aja, negara seperti Turki atau Vietnam itu udah dari kemarin-kemarin. Sudah lama,"‎ terangnya.

Menteri Thomas‎ menambahkan, Istanbul dan negara lain sudah mulai menerapkan one stop shop dan national single window (NSW). Bahkan, mereka sudah membicarakan kebijakan tersebut dari tiga hingga empat tahun lalu.

"Lalu kita baru tahun ini," tegasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP