Masyarakat Diminta Tanam Cabai di Rumah, Harga Panen Raya Bakal Turun?
Merdeka.com - Produk pangan masih menjadi salah satu penyumbang inflasi tertinggi di Indonesia. Setidaknya 70 persen inflasi nasional disumbang dari cabai hingga telur yang menjadi konsumsi masyarakat.
Dalam rangka menekan inflasi pangan tersebut, Bank Indonesia membuat program nasional penanaman cabai di pekarangan rumah. Sehingga kebutuhan cabai di rumah tangga bisa terpenuhi dengan cara sendiri.
"Masalah pangan itu menyumbangkan sekitar 70 persen ke inflasi, padahal kalau kita lihat masalah pangannya cabai, bawang merah, telur itu makanan yang dari dulu kita makan sehari-hari," kata Deputi Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti dalam acara Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Wilayah Bali Nusra di Bali, Jumat, (9/12).
Dengan masyarakat melakukan penanaman cabai di rumah, bisa mengurangi permintaan cabai di pasaran. Maka inflasi pada komoditas pangan tidak meningkat bisa berkurang.
"Bayangkan kalau semua keluarga melakukan hal yang sama. Tadi kita lihat betapa mudahnya, tinggal tambah pupuk saja," jelasnya.
Waktu Penanaman
Hanya saja kata Destry, penanaman cabai di pekarangan harus diatur. Waktu penanaman cabai harus bisa diatur agar harga cabai tidak terlalu rendah di pasaran.
"Tapi tolong dipikirkan, kalau semua tanam cabai, kemudian panen sama-sama harganya ini akan turun. Yang menderita petani cabai," kata dia.
Sehingga dia menilai pemerintah khususnya yang di daerah harus bisa memetakan produksi pangan. Sehingga untuk komoditi yang sama bisa dipanen tidak dalam waktu yang sama.
"Jadi ini harus ada penyeimbang. Makanya ada Bapanas dan Bulog yang sekarang juga beras lagi hilang. Jadi Bapak-Ibu harus punya mapping," kata Destry.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya