Marak teror bom di Surabaya, perbankan pastikan tak ada penarikan dana besar-besaran
Merdeka.com - Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Maryono, menegaskan aktivitas pelayanan perbankan tidak terganggu dengan adanya serangan bom di Surabaya. Dia memastikan, BTN tetap melakukan pelayanan secara normal kepada masyarakat.
"Kami tidak ada pengaruh dengan adanya kasus bom yang terjadi di Jawa Timur," ujar Maryono saat ditemui di Gedung BTN, Jakarta, Senin (14/5).
Maryono juga memastikan, dalam dua hari berturut-turut terjadinya serangan bom di kota pahlawan tersebut tidak membuat masyarakat menarik dananya besar-besaran dari bank. "Tidak (tidak ada penarikan dana)," katanya.
Sebelumnya, kembali terjadi ledakan bom di Surabaya, kali ini insiden di depan Mapolrestabes Surabaya. Bom kendaraan itu meledak sekitar pukul 08.50 WIB.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, serangan itu jenis bom kendaraan. Frans belum menjelaskan detil kejadian itu. "Baru saja kejadian 08.50 WIB di Poltabes Surabaya. Terjadi penyerangan bom kendaraan," kata Frans di media center Polda Jatim, Senin (14/5).
Frans memastikan, ada korban dari polisi dari aksi bom tersebut. Tapi Frans mengatakan, belum dapat dipastikan apakah polisi itu luka atau meninggal dunia. "Kemudian kami memastikan ada korban dari anggota, apakah luka atau meninggal mohon rekan media menunggu karena kami masih berada di TKP" tutup dia.
Bom di Mapolrestabes Surabaya menjadi yang kelima kalinya di Jawa Timur. Minggu (13/5) terjadi tiga ledakan di gereja jalan Ngagel, Diponegoro dan Arjuno. Selanjutnya bom kembali terjadi di Sidoarjo tepatnya, di Rusunawa Wonocolo malam harinya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya