LIPI Bilang Pengembangan Listrik Terbarukan Butuh Dukungan Jaringan Pintar
Merdeka.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memandang jaringan listrik Indonesia perlu menerapkan industri 4.0 untuk mendorong pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Salah satu caranya dengan menggunakan jaringan pintar (smart grid).
Peneliti Pusat Ekonomi LIPI, Maxensiun Tri Sambodo, mengatakan listrik yang dihasilkan pembangkit EBT berfluktuasi. Maka dari itu, dibutuhkan jaringan yang merespon cepat untuk mengatur pasokan dari pembangkit lain. Hal ini dapat dipenuhi dengan menggunakan smart grid.
"Karea EBT naturenya fluktuasi, manajemen ini membutuhkan smart grid teknologi," kata Max, di Kantor LIPI, Jakarta, Jumat (1/3).
Menurut Max, dengan menggunakan smart grid, pasokan listrik Indonesia bisa jauh lebih stabil karena pengaturannya secara otomatis. Sedangkan, saat-saat ini, jaringan listrik masih konvensional yang membutuhkan waktu lama untuk mengalihkan sumber pasokan listrik.
"Saat ini juga kita sudah punya skada, tapi itu industri 1.0. sektor listrik yang didorong membuat smart grid," tuturnya.
Max mengungkapkan, pemerintah perlu membuat peta jalan untuk penerapan smart grid di Indonesia, termasuk penyediaan investasinya. "Maka kita perlu banyak support, invest awal memang tinggi, tapi lambat laun kita bisa listrik EBT semakin baik, jadi kita tinggal pilih, kita milih murah sekarang tapi kayak gini terus, tapi mahal sedikit tapi lebih baik kedepannya," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya