KKP yakin ekspor udang dapat kuasai pasar AS

Reporter : Ardyan Mohamad | Selasa, 11 Juni 2013 21:35




KKP yakin ekspor udang dapat kuasai pasar AS
udang. shutterstock

Merdeka.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yakin hasil keputusan panel Komite Perdagangan Amerika Serikat (AS) bulan lalu yang menyatakan udang Indonesia tak mendapat subsidi terlarang atau dumping, berdampak positif terhadap ekspor ke negara tersebut. Di akhir tahun nanti, kementerian menargetkan peningkatan ekspor ke Amerika mencapai 60 persen.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menyatakan kini peluang sangat terbuka bagi eksportir Indonesia untuk menggenjot penjualan ke AS. "Tentu besar sekali peluang ekspor udang meningkat, karena kini pasar Amerika semakin terbuka setelah putusan dumping keluar," ungkapnya usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6).

Dari catatan KKP, AS merupakan pasar ekspor terbesar udang Tanah Air di mana mencapai 48 persen dari total ekspor budidaya udang nasional. Sementara, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor udang Indonesia ke Amerika pada 2011 sebesar USD 515,5 juta, naik dari tahun sebelumnya yaitu sebesar USD 353,7 juta.

Alasan lain yang membuat Slamet optimis adalah status udang Indonesia yang telah bebas sindrom EMS, sehingga tidak ditolak Uni Eropa.

Di sisi lain, kompetitor di Asia seperti India, masuk dalam 5 negara yang dalam panel AS dinilai terbukti melakukan dumping. Alhasil, peluang memacu ekspor ke Amerika hanya tersisa untuk Indonesia dan Ekuador.

"Sangat terbuka, eksportir udang kita harus meningkatkan volume, karena negara yang terbukti dumping pasti akan mencari pasar baru. Selain itu, udang kita bebas sindrom EMS, itu keunggulan bagi kita," kata Slamet.

Selain meningkatkan ekspor ke Amerika, pemerintah berencana membuka pasar baru. Dari pantauan Slamet, Timur Tengah adalah salah satu pasar yang cukup banyak menyerap udang Indonesia.

"Tidak hanya ke Amerika, kita akan terus mencari pasar-pasar baru," tandasnya.

Sampai triwulan I lalu, produksi udang nasional sudah menembus lebih dari 200.000 ton. Separuh untuk konsumsi lokal, sisanya diekspor. Sementara di akhir tahun, KKP menargetkan budidaya udang bisa menghasilkan 600.000 ton.

Sebelumnya, pemerintah Amerika menetapkan bea masuk antidumping kepada 63 persen komoditas udang beku yang masuk ke negara itu. Indonesia termasuk yang dituding melakukan persaingan tak sehat itu.

Kasus ini bermula dari pengaduan Industri Udang Teluk Amerika (COGSI) lima bulan lalu. Udang asal Tanah Air dianggap punya keuntungan lebih karena mendapat subsidi berupa bantuan benih. setelah ditindaklanjuti, tuduhan tersebut ternyata tidak terbukti untuk Indonesia.

Kabar baik yang didapat Indonesia berbeda dengan China, India, serta Vietnam. Negara kompetitor itu terbukti memberikan subsidi kepada udang mereka yang di ekspor ke Amerika. Akhirnya negara tersebut harus menerima bea masuk sampai 10,8 persen.

[bmo]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Panglima sebut TNI siap tenggelamkan kapal asing pencuri ikan
  • Gubernur Sumut sebut hujan hambat relokasi warga Sinabung
  • Di tengah lawan ISIS, Menhan AS mengundurkan diri
  • Pendiri pecat Ade Komarudin dari posisi ketua umum Soksi
  • Gelar silatnas,forum pendiri klaim didukung 1.000 kader Demokrat
  • KPK usut peran petinggi Indosiar-SCTV di kasus bos Sentul City
  • Senggolan sepeda motor, Saleh tewas terlindas truk trailer
  • Priyo minta Ical jangan curang saat Munas Golkar
  • Aher ngaku sudah hemat anggaran sebelum disuruh Jokowi
  • Menhut sebut penegakan hukum belum menyentuh bos pembakar hutan
  • SHOW MORE