Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Inilah Penyebab Bisnis Waralaba Tak Bergairah di Daerah

Inilah Penyebab Bisnis Waralaba Tak Bergairah di Daerah pameran waralaba. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) menyatakan, pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintah hingga ke pelosok Indonesia turut berdampak pada perkembangan bisnis waralaba atau franchise di daerah. Geliat bisnis franchise selama ini tidak terlalu masuk sampai ke daerah lantaran terkendala fasilitas infrastruktur seperti pelabuhan, bandara hingga jalur darat yang tidak menunjang.

"Jadi pada saat pengantaran daripada produk-produk bisnis tersebut, itu kan satu lama, yang kedua bisa macet di jalan, yang ketiga belum tentu aman. Misal dibawa dari sini 1 truk, sampai sana cuman setengah truk. Itu yang membuat perkembangan bisnis franchise selama ini agak tidak terlalu berkembang di daerah," tutur Ketua Umum Perhimpunan WALI, Levita Ginting Supit, di Jakarta, Kamis (5/9).

"Tapi dengan adanya pelabuhan, airport baru, jalan (darat) yang bisa sampai ke sana, itu membuat pelaku usaha semakin semangat untuk membuka usaha itu di daerah-daerah," dia menambahkan.

Dia mengatakan, pihaknya yakin kegiatan bisnis waralaba di pelosok daerah bakal terus menjamur dengan terbangunnya infrastruktur. "Kita optimis, apalagi pemerintah saat ini telah membangun infrastruktur di daerah-daerah. Tentu pasti terjadi peningkatan untuk bisnis franchise yang diambil oleh pelaku usaha," ujar dia.

WALI sendiri bersama dengan Reed Panorama Exhibitions bersama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dalam waktu dekat ini akan menggelar tiga pameran bisnis tahunan, yakni Franchise & License Expo Indonesia (FLEI), Retail & Solution Expo Indonesia (RSEI) dan Cafe & Brasserie Expo Indonesia (CBI).

Adapun ketiga pameran bisnis ini akan berlangsung pada 13-15 September 2019 di Hall B, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Pameran akan dibuka dari pukul 10 pagi hingga 9 malam.

Gabungan ketiga pameran bisnis ini akan menampilkan lebih dari 350 merek usaha waralaba dari 20 negara, seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Korea Selatan, Jepang, China, Amerika Serikat, dan lain sebagainya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu KencanaSumber: Liputan6.com

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP