Februari Deflasi, Bank Indonesia Puji Upaya Pemerintah Turunkan Harga Pangan
Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi 0,08 persen pada Februari 2019. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan deflasi menunjukkan pemerintah telah berhasil dan menekan sejumlah beberapa harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat.
"Dan ini juga sejalan dengan survei pemantauan harga yang kami sampaikan sebelumnya bahwa memang harga-harga Alhamdulillah terus terkendali," katanya saat ditemui di Kompleks Masjid Bank Indonesia, Jumat (1/3).
Perry mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya, sejumlah harga dari beberapa komoditas memang telah menunjukkan penurunan. Penurunan itu terjadi seperti misalnya pada daging ayam, cabai merah, bawang, hingga telur.
"(Berkat) Koordinasi dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia dan berbagai pihak menunjukkan bahwa harga harga terkendali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat semua komoditas khususnya bahan bahan makanan itu mengalami penurunan," pungkasnya.
Sebelumnya, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti melaporkan dari 82 kota cakupan perhitungan indeks harga konsumen (IHK), sebanyak 69 kota mengalami deflasi. Sedangkan 13 kota mengalami inflasi.
Deflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 2,11 persen dan terendah Serang sebesar 0,02 persen. Sedangkan inflasi tertinggi yaitu di Tual sebesar 2,98 persen dan terendah di Kendari sebesar 0,03 persen.
"Deflasi di Merauke lebih disebabkan oleh penurunan harga sayuran, cabai, itu mengalami penurunan harga. Inflasi tertinggi di Tual disebabkan karena sayuran khususnya bayam dan ikan segar," tandas dia.
Sementara, Bank Indonesia (BI) telah memprediksi akan terjadi deflasi sebesar 0,07 persen di Februari ini. Deflasi ini juga terutama disumbang oleh penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa hari lalu.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya