Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Faisal Basri: Saat Dijajah Belanda, RI Negara Pengekspor Gula Terbesar Dunia

Faisal Basri: Saat Dijajah Belanda, RI Negara Pengekspor Gula Terbesar Dunia Faisal Basri. ©2018 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Pengamat Ekonomi, Faisal Basri, mengatakan saat ini impor gula Indonesia menjadi yang terbesar di dunia. Padahal saat masa penjajahan Belanda, Indonesia merupakan negara utama pengekspor komoditas tersebut.

Dia menjelaskan, sebelumnya Indonesia hanya berada di urutan ke-3 negara pengimpor gula. Namun kini Indonesia telah menempati urutan pertama.

"Indonesia importir terbesar di dunia. Bisanya kita nomor 3 atau 4. Sekarang kita sudah melampaui Amerika Serikat dan China," ujar dia dalam diskusi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) di Jakarta, Senin (14/1).

Menurut data BPS, pada Januari-November 2018, impor gula mencapai 4,6 juta ton atau senilai USD 1,66 miliar. Angka ini meningkat dibanding Januari-November 2017 sebesar 4,48 juta ton.

Sedangkan data Departemen Pertanian AS (USDA) dalam Statista menggambarkan impor gula Indonesia terbesar di dunia, mencapai 4,45 juta metrik ton pada 2017-2018. "Padahal di zaman (penjajahan) Belanda, Indonesia merupakan negara pengekspor gula terbesar," kata dia.

Sementara itu, Peneliti Indef Achmad Heri Firdaus mengatakan, impor gula yang dibuka selama ini hanya membuang-buang devisa saja. Hal ini turut berkontribusi terhadap defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD).

"Bagi ekonomi kita impor gula jadi membuang-buang devisa kita. Dari 2016 impor terus naik tapi ekspor tidak kelihatan, dampaknya defisit perdagangan gula makin melebar. Maka pahitnya terhadap rupiah, terhadap CAD," tandas dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, impor gula yang dilakukan sepanjang 2018 untuk memenuhi kebutuhan industri. Dia juga menambahkan, pemerintah tidak melakukan impor gula konsumsi.

"Itu gula industri loh, kita tidak mengimpor gula konsumsi. Tahun ini kita belum ada sama sekali, belum impor. Tahun lalu, gula industri iya," jelasnya.

Menko Darmin melanjutkan, produksi gula industri Indonesia belum mampu memenuhi permintaan pasar. Selain itu, gula produksi Indonesia tidak memiliki kualitas yang diperlukan untuk Industri.

"Itu banyak (alasan impor gula) selain jumlah, tapi ada kualitas. (Soal produksi) Ya Menteri Pertanian lah tanya," jelas Menko Darmin.

Reporter: Septian DenySumber: Liputan6.com

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP