Dahlan lirik pabrik pengolahan rumput laut
Merdeka.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan hari ini Minggu (27/1) telah melakukan perjalanan ke Desa Kurung Kecamatan Kejayan di Pasuruan, Jawa Timur. Di desa ini, Dahlan melihat pabrik pengolahan rumput laut rekayasa anak bangsa yang dapat menghasilkan kualitas karagenan yang tak kalah dengan kualitas asing.
Menurut Kabag Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi yang ikut bersama Dahlan, karagenan tersebut dapat digunakan untuk 500 produk turunan seperti makanan, kosmetik, pengikat kapsul, serta penyatu antara air dan minyak.
"Setelah menjadi tepung karagenan, dijual dengan harga jual USD 13 atau Rp 120.000. Saat ini Indonesia masih impor sekitar 1.200 ton per tahun," ungkap Faisal.
Menurut Faisal, saat ini Dahlan sedang melirik bisnis ini untuk diserahkan kepada BUMN karena pabrik karagenan di Indonesia hanya ada tiga pabrik saja. Sementara pabrik rekayasa anak negeri rakitan Hamzah MB dan tim mempekerjakan sekitar 25 orang dan merupakan satu-satunya pabrik karagenan buatan dalam negeri. Sementara dua lainnya milik Jepang.
"Kalau top, Pak Dahlan minta BUMN turun nanti," ucap Faisal.
Pabrik milik Hamzah menghasilkan 40 ton karagenan per tahun dan memerlukan bahan baku 5 ton per hari untuk kadar kering antara 30-35 kadar air. Harga jual di petani sekitar Rp 6.000 - Rp 8.000 per kg untuk kadar air 30-35 persen.
"Sementara sampai ke pabrik milik Pak Hamzah di jual dengan harga sekitar Rp 10.000-Rp 11.000 per kg," tukasnya.
Menurut informasi yang diucapkan Dahlan, Di china cuma ada sekitar 600 pabrik karagenan sejenis dan menurut ahli di dunia, ada 11 titik tempat penanaman rumput laut terbaik di dunia ini dan enam ada di Indonesia. (mdk/rin)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya