Bos Garuda terima tantangan Menteri Rini jadi mesin penghasil devisa
Merdeka.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta perusahaan pelat merah raksasa menjadi mesin penghasil valuta asing. Menteri BUMN Rini Soemarno menyindir perusahaan pelat merah besar kebanyakan hanya bertindak sebagai pemakai valuta asing.
Menjawab sindiran tersebut, bos maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengaku punya cara mendatangkan devisa negara seperti keinginan Menteri Rini. Salah satunya dengan menambah rute penerbangan dari dan ke luar negeri. Semisal dengan menambah rute Shang Hai - Denpasar sebanyak tiga kali dalam seminggu.â¬
"Strategi kita lebih ke bagaimana meningkatkan traffic internasional," kata Direktur Utama PT. Garuda Indonesia, Arif Wibowo di Jakarta, Jumat (25/9).
Mantan bos maskapai penerbangan Citilink ini meyakini, meningkatnya volume penerbangan dari Shang Hai otomatis mendatangkan banyak wisatawan asing ke tanah air. Tentunya itu juga membantu mendatangkan banyak devisa.
âª"Untuk meningkatkan devisa, berarti kita kan harus banyak menjual dollar, saat ini kita akan menambah kapasitas penerbangan jarak menengah, atau reguler charter yang ada," terangnya.
âªSebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno menantang Garuda Indonesia mengoptimalkan penerbangan luar negerinya untuk mengeruk devisa. "Mampu nggak? Garuda Indonesia yang sering ke luar negeri, harusnya bisa dong dapat dolar lebih besar," katanya.
Baca juga:Menteri Rini minta BUMN beralih jadi penghasil dolar terbesarGaruda Indonesia tak punya pilihan selain beli avtur Pertamina28 September, Jokowi resmikan hanggar terbesar di dunia milik GarudaGaruda Indonesia rugi miliaran rupiah akibat bencana asapPalsukan tanda tangan voucher pesawat, marketing Garuda dicidukEmpat BUMN kena jurus kepret Menko Rizal Ramli (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya