Garuda Indonesia tak punya pilihan selain beli avtur Pertamina
Merdeka.com - Sindiran Menteri Perhubungan Ignasius Jonan kepada PT Pertamina soal mahalnya harga bahan bakar jenis avtur mendapat dukungan. Maskapai penerbangan mengakui mahalnya harga jual avtur Pertamina.
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia juga meminta Pertamina menurunkan harga jual avtur. Turunnya harga minyak dunia dijadikan pertimbangan utama.
Garuda Indonesia tak punya pilihan lain dan harus membeli avtur dari Pertamina. Alasannya, maskapai pelat merah ini sudah menandatangani kontrak pembelian avtur dengan Pertamina.
"Pertamina jual avtur mahal, apa Garuda bisa beli di luar Pertamina? Tidak bisa. Karena kan saat ini cuma Pertamina. Jadi kita sinergikan," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo di Jakarta, Jumat (25/9).
Meski mengeluhkan mahalnya avtur, Arif menyadari selama ini Indonesia masih mengimpor minyak untuk bahan bakar pesawat.
"Kita kan nett importir untuk avtur hingga penurunan avtur di Indonesia masih perlu disesuaikan lagi," ujar.
Arif mengklaim tetap membeli avtur menggunakan rupiah. Namun dalam prosesnya disesuaikan dengan nilai tukar dolar Amerika Serikat.
" Kita pakai rupiah kan. Tapi tetap ikuti dolar," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mendesak PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga jual avtur dalam negeri dengan harga internasional.
"Pertamina sebagai pemasok avtur di bandara-bandara Indonesia dan cuman Pertamina saja, diminta untuk menurunkan atau membuat harga avtur yang dijual sesuai dengan harga internasional," ujarnya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (12/9).
Menurut Jonan, berdasarkan laporan PT Angkasa Pura II (Persero) harga avtur yang dijual Pertamina kepada maskapai nasional saat ini lebih mahal 20 persen dari harga internasional. Jonan menilai, kondisi ini membuat maskapai nasional sulit bersaing dengan maskapai luar negeri. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya