Keputusan Presiden Joko Widodo menolak pembatalan hukuman mati terhadap warga negara Australia, Prancis, dan Brasil berimbas panjang. Apalagi Presiden Prancis Francois Hollande mengancam bakal memutuskan hubungan bilateral dengan Indonesia. Brasil dan Australia sudah terlebih dulu mengecam keras keputusan Indonesia menjalankan hukuman mati.
Meski begitu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal(BKPM) Franky Sibarani yakin, keputusan mengeksekusi mati warga negara asing tidak akan mengganggu iklim investasi di Indonesia. Apalagi investasi dari Brasil dan Prancis tidak terlalu besar.
"Tidak ada investasi berhenti" kata Franky di Jakarta, Senin (27/4).
Tidak hanya memanasnya hubungan diplomatik Indonesia dan tiga negara tersebut, suhu politik nasional juga diyakini tidak mengurungkan minat investor asing menanamkan modalnya di Indonesia. Investor asing melihat potensi investasi Indonesia cerah di masa depan.
"Pengaruh terbesar bagi investor itu pada saat Pilpres. Pada saat itu betul-betul boleh dikatakan selama Juni mereka wait and see posisinya. Jadi di situ pengaruh kepada bulan Juli triwulan III-2014," terangnya.
Franky menjelaskan, kebanyakan investor asing yang ingin menanamkan modal di Indonesia mempertanyakan soal kebijakan dan keamanan tenaga kerjanya. Terutama soal upah dan tenaga kerja luar negeri.
"Jadi isunya mereka lebih kepada pengurangan subsidi, pemerintah melakukan dukungan lebih besar untuk infrastruktur powerplan dan lainnya, tapi di ujungnya mereka menanyakan tentang ketenagakerjaan khususnya dari upah, keamanan," ucapnya.