BEI Soal Saham Garuda Indonesia: Harus Hati-Hati Lakukan Suspensi
Merdeka.com - Direktur Penilaian PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Nyoman Gede Yetna menjelaskan, ada tiga alasan yang mendasari manajemen bursa tidak melakukan pembekuan saham (suspensi) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).
"Kita harus hati-hati dan selektif juga jika ingin melakukan suspensi. Pertama, kalau laporan keuangannya disclaimer sampai 2 kali maka kita akan suspen," tuturnya di Gedung BEI, Senin (1/7).
"Kedua adverse opinion (opini tidak wajar) maka kita akan suspen. Ketiga, ketika going concern perusahaan terganggu, maka kita akan suspen," tambah dia.
Nyoman menjelaskan, saat ini tugas BEI ialah memantau pergerakan saham Garuda Indonesia ke depan. Kasus polemik klaim pendapatan GIAA pun menjadi alasan pihak bursa getol mengingatkan emiten-emiten lain di pasar modal.
"Jadi kami ingatkan, bagi perusahaan-perusahaan yang terlambat laporkan laporan keuangan sampai 3 bulan maka kita akan suspen sementara," jelasnya.
Nyoman melanjutkan, otoritas bursa akan senantiasa mencermati pergerakan saham Garuda Indonesia di pasar modal ke depannya. "Ke depan kita pantau deadline revisi laporan keuangannya. Kalau melebihi batas akan kita lakukan tindakan," tegasnya.
Sebelumnya, Nyoman menuturkan, manajemen BEI hingga kini belum sampai pada keputusan untuk membekukan (suspensi) saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) meski laporan keuangan perusahaan menuai polemik.
"Kami dari Bursa berpendapat belum perlu melakukan suspensi perdagangan saham Perseroan pada saat ini," ujarnya di Jakarta, Jumat (28/6).
Nyoman pun melanjutkan, BEI ke depannya akan terus melihat pergerakan saham Garuda Indonesia untuk mempertimbangkan tindakan selanjutnya. "Selanjutnya, Bursa akan senantiasa memantau pergerakan harga saham dan keterbukaan informasi Perseroan serta melakukan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku," papar dia.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya