Jeritan Hati Orangtua Brigadir J ke Ferdy Sambo & Putri,Anaknya Dihabisi dengan Sadis
Merdeka.com - Orangtua Brigadir J alias Nopriansyah Yosua Hutabarat menghadiri sidang Ferdy Sambo terkait kematian putranya. Pada momen dihadapkan dengan Sambo dan Putri Candrawathi, mereka mengungkapkan jeritan hatinya.
Kesedihan tak bisa dibendung oleh kedua orangtua Brigadir J. Terlebih sang ibunda, Rosti Simanjuntak yang air matanya berlinang dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, pada hari Selasa (1/11).
Berikut adalah ulasan jeritan hati orangtua Brigadir J selengkapnya, Rabu (2/11).
Ayah Brigadir J: Begitu Sadis Nyawa Anak Saya Diambil Paksa
Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat mencurahkan isi hatinya di depan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terkait kematian putranya.
Ayah Brigadir J itu berujar jika Sambo adalah ayah dari anak-anaknya hal serupa juga dengan dirinya. Kendati itu dirinya meminta Sambo untuk membayangkan jika posisinya ditukar.Ia juga begitu tak menyangka, jika nyawa putra kebanggaannya diambil secara paksa.

©2022 Liputan6.com/Faizal Fanani
"Dengan begitu sadis, nyawa anak saya atau nyawa anak dia saya ambil secara paksa di rumahnya sendiri bagaimana perasaannya," ungkap Samuel.
Ibunda Ungkap Hancurnya Perasaan: Hanya Tuhan yang Berhak Atas Nyawa Kami
Di sisi lain, ibunda Brigadir J Rosti Simanjuntak juga tidak bisa menahan kesedihannya menceritakan sosok anaknya semasa hidup. Dia meluapkan rasa kecewanya atas kematian Brigadir J.
"Hancur hati kami Bu, mendengar anakku, di dalam keadaan sehat, mata terbuka, dengan keadaan sujud, anakku dirampas nyawanya, selaku ciptaan Tuhan yang setahu kami memiliki iman berjaya," ungkap Rosti.

©2022 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
"Hanya tuhan yang berhak pada nyawa anak, tapi ini atasannya sendiri, komandannya sendiri, tidak bisa melindungi dan teganya menghabisi nyawa anakku dengan sadis," imbuh Rosti di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (1/11).
Buat Hati Ibunda Brigadir J Tersayat
Rosti juga tak sanggup menahan air matanya menceritakan bagaimana sang anak, Brigadir J bisa tewas di tangan Ferdy Sambo. Hal ini diungkapkan ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) bertanya pada Rosti untuk menceritakan seperti apa keseharian sosok Yosua.
Awalnya Rosti bercerita sosok Yosua adalah anak yang paling patuh, ceria dan sosok menggemaskan. Bahkan ia hormat kepada siapapun, namun ia begitu hancur hatinya ketika mendengar kabar Brigadir J tewas dibunuh oleh Sambo.

©2022 Merdeka.com
"Disini lah saya sebagai ibu begitu hancurnya, begitu tersayat-tersayat hatiku, mendengar berita almarhum Yosua terbunuh dengan sadisnya di tangan atasannya," ungkap Rosti dengan menetaskan air mata.
Putri Candrawathi Minta Maaf dengan Suara Bergetar
Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam atas kematian Brigadir J. Putri mengatakan jika sebagai manusia ia tak bisa mengetahui seperti apa perjalanan hidup seseorang, karena semua terjadi atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.
"Saya dan bapak Ferdy Sambo tidak sedetik pun menginginkan kejadian seperti ini terjadi di dalam kehidupan keluarga kami. Yang membawa luka, di dalam hati saya dan keluarga," kata Putri dengan suara bergetar.

©2022 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Sebagai seorang ibu ia begitu memahami apa yang dirasakan oleh Rosti dan Samuel karena kehilangan anaknya. Itu sebabnya, dari hati terdalam, Putri memohon maaf atas tewasnya Brigadir J.
Sambo Menyesal dan Akan Bertanggung Jawab
Usai mendengarkan kesaksian orangtua Brigadir J, Sambo menyampaikan permohonan maafnya kepada Rosti dan Samuel. Bahkan Sambo juga mengaku dirinya menyesal karena saat itu tak bisa mengontrol emosinya yang ia katakan juga merupakan buntut dari ulah Brigadir J pada istirnya, Putri Candrawathi.
"Bapak dan Ibu Yosua, saya sangat memahami perasaan bapak. Saya mohon maaf atas apa yang telah diperbuat/dilakukan," kata Sambo.

©2022 Merdeka.com
"Saya sangat menyesal. Di awal lewat persidangan ini, saya ingin menyampaikan bahwa peristiwa yang terjadi adalah akibat dari kemarahan saya atas perbuatan anak bapak kepada istri saya," katanya.
Ia juga berjanji akan mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Dia juga mengaku sudah meminta ampun kepada Tuhan atas segala ulah yang menyebabkan nyawa Brigadir J terenggut.
(mdk/bil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya