Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini Potret Warga Panen Sayuran Saat Erupsi Gunung Sinabung

Ini Potret Warga Panen Sayuran Saat Erupsi Gunung Sinabung Potret Warga Panen Sayuran Saat Erupsi Gunung Sinabung. Antara Foto ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Erupsi Gunung Sinabung pada Senin (10/8) lalu membuat sejumlah dampak positif hingga negatif di lingkungan sekitarnya. Gunung yang memiliki ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut itu kini tetap berada di level status Level III (Siaga).

Kendati demikian, abu setinggi lebih dari 5.000 meter tersebut tak membuat sejumlah petani kentang di sekitar lembah Gunung Sinabung gentar untuk menjalankan aktivitasnya. Berikut potretnya.

Tetap Jalankan Aktivitas

potret warga panen sayuran saat erupsi gunung sinabung

Antara Foto ©2020 Merdeka.com

Dilansir dari Antara, tampak beberapa petani sayuran tengah memanen kentang di lahan terbuka nan hijau. Puluhan petani yang mengenakan kaos lengan panjang tersebut nampak fokus memanen kentang yang dikumpulkan ke dalam sebuah wadah plastik berwarna kuning. Alat transportasi berupa mobil pengangkut pun nampak siap untuk membawa hasil panen para petani tersebut.

Bersatu dengan Alam

potret warga panen sayuran saat erupsi gunung sinabung

Antara Foto ©2020 Merdeka.com

Tak hanya lelaki, beberapa wanita juga tengah turut memanen kentang di lahan tersebut. Meski Gunung Sinabung yang berada di Karo, Sumatera Utara tersebut menyemburkan abu tebal berwarna gelap, namun para petani tersebut nampak sudah terbiasa bersatu dengan penampakan alam yang ada di sekelilingnya.

Erupsi Jadi Pemandangan

potret warga panen sayuran saat erupsi gunung sinabung

Antara Foto ©2020 Merdeka.com

Meski tengah fokus dengan hasil panen, namun para petani tersebut kedapatan sesekali menengok ke arah abu tebal yang dilontarkan Gunung Sinabung. Tingginya material vulkanik tersebut justru menjadi pemandangan tersendiri bagi para petani kala itu.

Gunung Sinabung Erupsi

Kepala Pos Pengamatan Gunung Sinabung PVMBG, Badan Geologi, Kementerian ESDM, Armen Putra memaparkan bahwa abu vulkanik hasil erupsi Gunung Sinabung pada Senin (10/8) lalu teramati berwarna kelabu dan mengarah ke timur.

 potret warga panen sayuran saat erupsi gunung sinabung

Antara Foto ©2020 Merdeka.com

"Benar, tadi kembali erupsi sekitar pukul 10.16 WIB. Mengarah ke timur dan tenggara," terangnya.

Aktivitas Gunung Sinabung

erupsi gunung sinabung

©MUHAMAD NURUL ASRORI/BPPTKG/AFP

Erupsi tersebut merupakan serangkaian aktivitas Gunung Sinabung setelah cukup lama diam. Pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 01.58 WIB, Gunung Sinabung juga diketahui mengalami erupsi dengan ketinggian kolom abu sekitar 2.000 meter. Pada sore hari, erupsi kembali terjadi dengan ketinggian abu mencapai 1.000 meter.

Rusak 900 Ha Tanaman Pertanian

Debu vulkanis hasil erupsi tersebut setidaknya menutupi sejumlah kawasan hingga mengancam pertanian warga sekitar lantaran lebih dari 900 hektare lahan menjadi terdampak. Terlebih, abu vulkanis tersebut juga dikhawatirkan akan menyebabkan gagal panen di sejumlah titik, terutama sayur-mayur.

 gunung sinabung erupsi

©2020 Istimewa

"Yang terdampak lebih dari 900 hektare. Paling parah Kecamatan Naman Teran. Ada juga Kecamatan Simpang Empat, dan Berastagi, tapi tidak terlalu parah,” ungkap Metehsa Purba selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo. "Produktivitasnya menurun, karena kerusakannya sampai 85 persen," sambungnya.

(mdk/mta)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP