'Capres 2019' Nurhadi Lama Menghilang, Kini Muncul Langsung Berurusan sama Tentara
Merdeka.com - Nurhadi sempat mencuri perhatian publik di tahun 2019. Saat itu bersama pasangannya Aldo, Nurhadi mengumumkan menjadi capres-cawapres. Namun, pencalonan itu hanya sebagai guyonan di media sosial.
Kini Capres 2019 'jadi-jadian' tersebut kembali membuat heboh dan langsung berurusan dengan tentara. Nurhadi mengunggah kalimat kurang pantas di Facebookdi tengah musibah KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan Bali dan membawa 53 awak kapal.
Berikut informasi ulasannya.
Unggahan Tak Pantas dengan Kalimat Tak Senonoh
Unggahan Nurhadi seketika bikin heboh di media sosial. Di tengah duka mendalam atas musibah dialami KRI Nanggala 402, 'Capres 2019' melontarkan kalimat yang dianggap tak senonoh.
Dalam bentuk foto editan di akun @nurhadipresiden dan Facebook, ia membuat candaan yang menggambarkan tidak adanya rasa empati.

Instagram @infokomando ©2021 Merdeka.com
"Wadooo kapal selam kenapa tenggelam ya, wadoo kenapa pula Anda tenggelam dalam s******** dan di dalam isi ****** ya," tulisnya dalam potret Facebook akun Nur Hadi, disertai foto dirinya.
Menciut Saat Ditangkap
Akibat dari unggahannya tersebut, Nurhadi digelandang oleh para tentara. Dia langsung mengucapkan permohonan maaf atas kesalahannya itu.
Di depan para tentara, terlihar wajahnya pucat dan menciut. Nurhadi juga kelabakan saat diminta mengulangi mengucapkan kalimat diunggahannya.

Instagram @infokomando ©2021 Merdeka.com
"Selamat pagi, untuk khususnya Marinir seluruh Indonesia, Angkatan Laut terutama. Saya secara pribadi atas nama Nurhadi dan keluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan yang telah menerima musibah, semoga diberikan ketabahan, kesadaran dan tawakal kepada Allah," ungkap Nurhadi di kantor.
"Tadi nulis apa di status? Gimana ngomongnya tadi," tegas seorang prajurit.
"Saya nulis, 'Wado kenapa kapal selam tenggelam ya'," kata Nurhadi yang mulai bergetar.
Penghormatan bagi 53 Prajurit

TNI AL Kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang ©2021 Merdeka.com
Seperti diketahui, Markas Besar TNI Angkatan Laut menginstruksikan kepada seluruh prajurit TNI AL untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai penghormatan. Prosesi menghormati 53 prajurit Hiu Kencana dilakukan selama satu pekan yang dimulai Senin (26/4) pukul 08.00 WIB.
"Pengibaran bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung itu dilakukan selama tujuh hari ke depan," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (26/4).
Instruksi pengibaran bendera setengah tiang itu termuat dalam formulir berita Mabes TNI AL dengan nomor registrasi K-250421/4.3. Surat ditujukan kepada semua pimpinan komando utama (kotama), Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL), Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Danseskoal), dan Komando Pusat Penerbangan TNI AL (Danspuspenerbal).
Video
Berikut video saat Nurhadi 'Capres 2019' sudah diciduk oleh tentara.
View this post on Instagram (mdk/kur)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya