SMS, hidup segan mati tak mau (2)
Merdeka.com - (Part 1)
Memang awalnya, pengiriman SMS hanya dapat terjadi untuk satu operator yang sama saja. Dengan perkembangan teknologi, maka setiap pengguna handset dapat mengirimkan pesan teks singkat lintas operator.
Bahkan, pengguna ponsel di Amerika Serikat pada 1995 rata-rata hanya mengirim 0,4 pesan per bulan. Namun seiring waktu angka tersebut naik, pada tahun 2000 pengguna ponsel Amerika Serikat rata-rata mengirim 35 pesan per bulan.
Irish Times (03/2012) melansir bahwa sampai akhir tahun 2012 saja, lebih dari 3 miliar pesan teks singkat dikirimkan. Dalam satu menitnya, sekitar 15 juta SMS dikirimkan dengan menggunakan perangkat mobile.
Ketika teknologi semakin lama semakin maju, SMS akhirnya mendapatkan 'saudara' baru, MMS dan EMS, yang berfungsi sama namun memiliki kemampuan lebih untuk mengirimkan tidak hanya pesan berupa tulisan saja namun gambar, suara bahkan video.
Dikarenakan tarif biaya untuk pengiriman gambar, video atau suara melalui MMS dan EMS cukup menguras pulsa, maka SMS masih menjadi nomor satu untuk urusan pengiriman pesan.
Seiring dengan berkembangnya teknologi, banyak perangkat mobile yang diciptakan dengan segudang fitur menarik lain seperti Personal Digital Assistant yang mampu berkirim-kiriman email secara langsung.
Walaupun sekitar tahun 2002 lalu, PDA menjadi salah satu perangkat yang boleh dibilang lux, namun ponsel tetap diminati karena yang dibutuhkan pengguna mobile pada waktu itu lebih ke pengiriman pesan singkat yang tidak memakan banyak pulsa dan membutuhkan gadget dengan harga selangit. SMS tetap berjaya mengalahkan perangkat yang miliki fitur pengiriman pesan berupa email.
(Part 3) (mdk/das)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya