Deretan gadget gagal di CES 2018
Merdeka.com - Pameran teknologi tahunan yang dihealt di Las Vegas, CES 2018, kini telah berakhir. Deretan gadget papan atasmuncul dengan berbagai revolusi anyarnya, dan membuat masa depan rasanya makin dekat.
Meski demikian ada juga berbagai gawai yang sepertinya tak seberapa revolusioner, fungsinya kurang dibutuhkan oleh orang secara universal, serta berbagai hal yang membuat gadget-gadget ini kurang menonjol dan seolah gagal.
Berita baiknya, gadget-gadget gagal tak mendominasi CES 2018. Gadget ini bisa kita hitung dengan jari saja.
Apa saja? Mari kita simak ulasannya.
Toilet pintar
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTak disangka, toilet akan jadi ranah revolusi cerdas. Hal inilah yang dikembangkan oleh Kohler Numi, pembuat toilet cerdas yang mematok harga puluhan juta rupiah untuk satu buah toiletnya.
Dengan toilet Kohler ini, Anda bisa melakukan perintah suara untuk melakukan flush. Hal ini sendiri merupakan suatu kenyamanan yang bisa didapat oleh mereka yang menyandang disabilitas.
Masalahnya, toilet yang bisa tersambung dengan Alexa serta Google Assistant ini bisa menyimpan preferensi setelan semprotan bidet Anda, ketinggian tempat duduk Anda, lagu favorit Anda untuk diputar, serta pemakaian air. Hal inilah yang dianggap oleh para calon pembeli agak berlebihan.
Mungkin kita bisa berhenti di toilet yang bisa flush dengan perintah suara saja sudah cukup, tanpa perlu menyimpan berbagai informasi kita terkait buang air ke cloud.
Robot LG yang tak mau berfungsi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comLG Electronics mengumumkan berbagai jajaran peralatan rumah tangga baru dan cerdas di gelaran CES 2018, di mana LG menambahkan kecerdasan buatan ke semua peralatan cerdasnya tersebut.
Peralatan-peralatan rumah tangga cerdas akan dipasang sistem AI bernama LG ThinQ, dan kesemua peralatan ini bisa saling berkomunikasi. Contohnya jika Anda memilih resep, kulkas ini bisa mengkomunikasikan resep tersebut ke peralatan lain, seperti oven.
Awalnya, hal ini akan dilengkapi LG dengan meluncurkan robot bernama CLOi yang menghubungkan semua produk rumah pintar ini, dengan merespon perintah suara dari pengguna. Masalah terbesarnya adalah, CLOi tak berhasil untuk unjuk kemampuan ketika LG mendemokan teknologinya pada Senin (8/10) lalu.
Menurut laporan BBC, CLOi diminta menjawab beberapa pertanyaan. Apakah cucian sudah siap, apa yang direncanakan untuk makan malam, serta resep apa yang bisa diaplikasikan untuk bahan baku ayam, dan semua pertanyaan tersebut gagal terjawab.
FoldiMate laundry folding robot
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDiklaim sebagai robot meski tak berbentuk robot, namun 'robot' ini memiliki fungsi yang sangat kita butuhkan yakni melipat pakaian. FoldiMate laundry folding robot membuat kita sekedar memasukkan pakaian yang belum terlipat ke dalamnya dan ia akan melipat dan meletakkannya dengan rapi.
Namun permasalahan dari calon pengguna muncul, mulai dari tak semua baju yang bisa dilipat karena jaket atau sweater dengan bahan tebal, baju bayi, kaus kaki, serta pakaian dalam. Selain itu, robot ini masih belum menerima pre-order dan baru dikirim pada akhir 2019. Belum lagi, sebenarnya robot ini punya kecanggihan yang dianggap tak setimpal dengan harganya, karena masih harus memasukkan pakaian satu per satu. Harganya? 12 an juta Rupiah jika dikurs.
Headset yang melawan ilmu pengetahuan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSebuah headset yang dipamerkan di CES 2018 lalu, ada yang dianggap mengusung fitur yang sepertinya tak sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan. Headset keluaran perusahaan bernama Modius Health ini, diklaim bisa melelehkan lemak tubuh.
Disebut bahwa headset ini akan mengirimkan arus listrik ke hipotalamus di otak Anda, dan membuat Anda untuk tidak merasa lapar dan "memberi tahu tubuh Anda untuk menurutkan berat badan." Jika klaim ini Anda rasa aneh, wajar.
Menurut Sandra Aamodt, seorang ilmuwan saraf yang diwawancarai The Verge terkait teknologi ini, menyebut bahwa teknologi ini sama sekali belum diuji dengan cukup hari-hati untuk bisa berhasil. Menurutnya, jika BPOM Amerika Serikat diminta untuk menyetujui teknologi penurut berat badan semacam ini, mereka akan ditertawakan.
Sebenarnya Modius Health telah melakukan pengujian dan merilisnya berupa jurnal akademik. Namun ketika diperiksa, penelitian itu hanya melibatkan 9 orang dalam 16 minggu. Perubahan dalam lemak tubuhnya pun tidak signifikan secara statistik.
Robot customer service yang masih kurang membantu
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPepper, robot besutan SoftBank yang merupakan robot customer service yang dirancang untuk berinteraksi dengan pelanggan di lingkungan ritel. Pepper sendiri bukanlah produk barum karena sudah ada lebih dari 100 mesin yang bekerja di toko-toko ritel mereka. Namun, robot Pepper yang ditampilkan di CES 2018 terlihat kurang sempurna.
Menurut laporan Slate, seorang reporter bernama April menyebut namanya kepada robot dan si robot menybut namanya "Rosa," bukan April. Selain itu, ketika si robot tanya apakah pelanggan tertarik untuk diberi promosi hotel, sang reporter jawab tidak, namun si robot tetap menjelaskan promonya. Ketika robot yang menjaga ritel smartphone, robot tersebut bahkan tak bisa menjawab tentang berbagai macam smartphone dan ujung-ujungnya hanya meminta nama untuk dihubungkan ke customer service asli.
Mesin penambang Bitcoin dari Kodak yang bikin rugi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKodak yang baru saja terjun ke industri mata uang kripto, juga menunjukkan gawai produksinya di CES 2018, yang masih seputar mata uang kripto.
Kodak memamerkan sebuah mesin bernama Kodak Kashminer, sebuah mesin penambang bitcoin yang aneh. Hal ini dikarenakan kita diwajibkan untuk teken kontrak kepada Kodak untuk berbagi separuh dari keuntungan bitcoin yang Anda dapat dari menambang dengan mesin ini.
Menurut pakar mata uang kripto, ini adalah bentuk penipuan dari Kodak. Pasalnya, penambangan bitcoin makin lama makin sulit, dan 'balik modal' tak semudah yang dijanjikan.
Spartan Radiation Underwear
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPerusahaan bernama Spartan mengklaim bahwa produk underwearnya yang dipamerkan di CES 2018, bisa menangkal radiasi smartphone atau Wi-fi.
Masalahnya cukup besar, di mana meski asumsi ini sudah muncul sejak lama, namun ternyata hal ini hanya rumor.
Hal ini dikarenakan sebenarnya masyarakat sepertinya salah tangkap akan bagaimana perbedaan-ciri-ciri gelombang elektromagnetik. Gelombang radio adalah gelombang elektromagnetik, begitu juga sinar X.
Meskipun sama-sama gelombang elektromagnetik, sinar X lebih berbahaya karena panjang gelombangnya yang rendah, bisa merusak sel bahkan jaringan. Panjang gelombangnya yang hanya satu per satu juta dari lebar rambut manusia, bisa sangat kuat dan bahaya bagi sel.
Namun, gelombang radio adalah kebalikannya. Panjang gelombang dari gelombang radio yang sepanjang lapangan sepakbola, hanya membawa energi yang kecil. Energi ini terlalu kecil untuk bahkan merusak sel.
Pancaran sinar X tentu akan langsung menyebabkan ketidaksuburan, karena sel testikular akan langsung rusak jika terekspos. Kekuatannya cukup untuk membuat seseorang jadi mandul. Namun sebaliknya, gelombang radio dari smartphone sama sekali bukan ancaman.
Sehingga, fungsi dari underwear cerdas ini tak berbeda dengan underwear lainnya.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya