Bukalapak siapkan pusat riset di Kota Kembang
Merdeka.com - Bukalapak di tahun ini memiliki rencana besar. Yakni membangun pusat Research and Development (R&D). Nantinya R&D itu akan berdiri di Bandung. Namun persis lokasinya, belum diketahui.
Menurut Founder & CEO Bukalapak, Achmad Zaky, pusat R&D itu bakal melakukan riset habis-habisan mengenai teknologi ke depan yang memungkinkan terciptanya inovasi untuk Bukalapak. Seperti riset mengenai Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, drone, dan lain sebagainya.
“Pertengahan tahun 2018 ini dimulai,” katanya.
Dijelaskan Zaky, R&D itu nantinya akan memiliki luas 4.000 meter persegi dan dapat menampung lebih dari 200 engineering lokal. Sayangnya, pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu enggan memperkirakan nilai investasi membangun pusat R&D tersebut.
“Nilai R&D-nya pasti cukup signifikan. Sebagai gambaran saja, target kita 30 atau bahkan 50 persen engineering activity akan ada di Bandung,” jelasnya.
Pemilihan Kota Kembang sebagai pusat R&D Bukalapak, sudah barang tentu memiliki alasan yang kuat. Kata Zaky, jumlah perguruan tinggi yang berlatarbelakang teknologi di sana lebih banyak ketimbang di kota-kota lain. Misalnya Jakarta atau Yogyakarta.
“Bandung itu istilahnya kota pelajar engineering. Kalau Yogyakarta itu kota pelajar secara umum. Jadi, ngomong teknologi ya di Bandung. Kampus teknologi juga banyak di sana. Mungkin Jakarta kalah,” terangnya.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya