Obesitas
Berita Utama
-
-
-
layanan kesehatan Pendekatan Terintegrasi Berbasis Teknologi Dorong Penanganan Komprehensif Obesitas di Indonesia
-
diabetes RSUD Hasri Ainun Habibie Resmi Buka Poliklinik Endokrin Metabolik, Tingkatkan Layanan Diabetisi Gorontalo
-
-
-
-
cukai mbdk Fakta Mengejutkan: 73% Kematian Akibat PTM, Koalisi Desak Pemerintah Terapkan Cukai Minuman Berpemanis Mulai 2026
-
-
Berita Terbaru
Berita Populer
-
Nadiem Makarim dalam 'The Last Dance': Hukum Diterima dan Pembelaan Diajukan
-
Nadiem Makarim: Terima Kasih Para Pengemudi Ojol, Salam Satu Aspal
-
Sosok Andi Saputra, Hakim Beda Pendapat Dalam Sidang Vonis Nadiem Makarim
-
Perjalanan Kasus Nadiem Makarim hingga Divonis 10 Tahun Kasus Korupsi Chromebook
-
Hakim Vonis Nadiem 10 Tahun dan Ganti Rugi Rp 1 Miliar Kasus Korupsi Chromebook
Berita Utama Lainnya
-
-
-
badan gemuk Sederet Penyakit yang Bisa Menyerang Orang Gemuk, Kenali Risiko Kesehatan Sebelum Terlambat
-
-
-
-
berita paham Jadi Buncit Karena Nasi Putih? Benarkah Obesitas Terjadi Akibat Tingginya Konsumsi Nasi di Indonesia?
-
berita paham Vietnam Jadi Negara dengan Tingkat Obesitas Terendah, Apa yang Bisa Ditiru oleh Masyarakat Indonesia?
-
-
berita update VIDEO: Menteri Prabowo Blak-blakan Alasan Bicara Jeans Ukuran 33 Cepat Hadap Tuhan "Kan Susah Ngomongnya"
Olahraga dan aktivitas fisik memiliki peranan krusial bagi penyandang disabilitas, karena dapat mencegah penyakit seperti obesitas.
Program penurunan berat badan ini dirancang khusus untuk anggota yang mengalami obesitas.
Pada saat seseorang mengalami sejumlah masalah genetik ini, dia bisa mengalami obesitas.
Masalah obesitas kemungkinan sudah terjadi sejak 12.000 tahun lalu pada masa perubahan pola hidup manusia.
Sebanyak 80 persen orang diperkirakan mengalami sakit pinggang setidaknya sekali dalam hidup mereka.
Pentingnya menjaga kesehatan dari dalam untuk investasi jangka panjang.
Konsumsi gula sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari pola makan sehari-hari masyarakat, yang dapat penyebab munculnya berbagai masalah penyakit berbahaya
Kurangnya aktivitas fisik meningkatkan risiko seseorang mengalami hernia nukleus pulposus (HNP), atau yang lebih dikenal sebagai saraf kejepit.
Kurangnya aktivitas fisik meningkatkan risiko seseorang mengalami hernia nukleus pulposus (HNP), yang lebih dikenal sebagai saraf kejepit.
Olahraga dan diet tidak cukup untuk mengatasi diabetes? Saatnya mencoba alternatif lain, yaitu Terapi Perilaku Kognitif atau CBT!