Bank Indonesia
Berita Utama
-
bank indonesia Ekonom Sebut Rupiah Sulit Turun di Bawah Rp17.000 per USD Meski BI Sudah Naikkan Suku Bunga Acuan
-
-
-
-
bank indonesia Imbau Masyarakat Tak Panic Buying, BI Pastikan Kebutuhan Dolar AS di Money Changer Masih Terpenuhi
-
-
bank indonesia Bank Indonesia Bakal Batasi Lagi Pembelian Dolar AS, Transaksi Tanpa Dokumen Sudah Menurun
-
bank indonesia BI Ungkap Strategi Jaga Rupiah, Perkuat Likuiditas Valas dan Redam Panic Buying Dolar di Masyarakat
-
-
Berita Terbaru
-
-
-
cagar budaya bandarlampung Pemkot Bandarlampung Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Jaga Cagar Budaya, Rumah Daswati Jadi Prioritas
-
adi rasyid ali Perumda Parkir Makassar Siagakan 50 Personel Amankan Parkir MHM 2026, Jamin Bebas Pungli
-
akuntabilitas Pemkab Probolinggo Raih Opini WTP ke-13 Kali Berturut-turut, Bukti Tata Kelola Keuangan Akuntabel
Berita Populer
-
Perkuat Kebersamaan, Tiga Sapi Jumbo Diberikan Pelaku Usaha Kreatif buat Warga Palembang
-
Pertamina Patra Niaga Salurkan 2.031 Hewan Kurban Pada Iduladha 1447 H, Disebar ke Berbagai Wilayah
-
Askrindo Salurkan 59 Hewan Kurban ke 30 Kota Indonesia
-
Peruri Salurkan 11 Hewan Kurban untuk Masyarakat Pada Iduladha 1447 H
-
Potret Inul Daratista Sembelih Hewan Kurban di Idul Adha, Berharap Rezeki Makin Berlimpah
Berita Utama Lainnya
Rupiah menembus Rp17.300 per dolar AS. BI menyebut tekanan global sebagai pemicu dan memperkuat intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Perry mengatakan, secara keseluruhan pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital triwulan I-2026 tetap tinggi.
Kenaikan harga energi global, jalur perdagangan, hingga risiko cuaca ekstrem seperti El Nino menjadi faktor yang dapat mendorong kenaikan harga barang.
Bank Indonesia (BI) memberikan tanggapan terkait dampak dari penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi terhadap perekonomian.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan transaksi digital yang kian pesat seiring meningkatnya adopsi pembayaran elektronik di masyarakat.
Bank Indonesia melaporkan posisi SRBI mencapai Rp 885,41 triliun per 21 April 2026. BI-Rate dipertahankan di angka 4,75% untuk menjaga stabilitas Rupiah.
Langkah ini diambil untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah
Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa pada Maret 2026, kredit perbankan mengalami pertumbuhan sebesar 9,49%.
Dalam tahap uji coba (sandbox), volume transaksi tercatat sudah mencapai 1,64 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp 556 miliar.
Rupiah melemah ke Rp17.157 per dolar AS. BI memperkuat intervensi dan mempertahankan suku bunga untuk menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.