Sempat Viral, Begini Nasib Remaja Penganiaya Teman di Medan
Merdeka.com - Beberapa waktu lalu, sempat viral di media sosial, aksi bullying dan penganiayaan yang terjadi antara remaja di Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut). Video itu menunjukkan seorang remaja putri melakukan penganiayaan terhadap temannya di pinggir jalan.
Video itu diunggah oleh akun Instagram @medantoday pada Rabu (13/1) lalu. Peristiwa itu terjadi di Jalan Bunga Cempaka Pasar 3, Medan Selayang.
Penyebab penganiayaan itu diduga hanya karena kesalahpahaman yang menyebabkan pelaku kesal kepada korban. Dalam video itu, pelaku terlihat sedang marah-marah ke salah seorang temannya. Ia berteriak-teriak dan mengamuk kepada temannya yang tersungkur di jalan.
Tak hanya marah-marah, pelaku juga berulang kali menjambak rambut korban dan memukul-mukul korban di bagian kepala. Ia juga terlihat menampar korban.
Penganiayaan tersebut bermula dari kesalahpahaman antara pelaku dan korban. Pelaku yang diketahui bernama Dea, mengaku diberi tahu oleh temannya yang bernama Dita, bahwa korban yang bernama Windi pernah mengatakan keluarga pelaku tidak baik. Padahal, korban merasa tidak pernah mengatakan hal tersebut kepada Dita, teman pelaku.
Usai peristiwa itu, orang tua korban sempat melaporkan pelaku ke pihak kepolisian Polrestabes Medan. Kini pelaku dan korban serta orang tuanya dipanggil oleh Camat Medan Selayang untuk dilakukan mediasi.
Melansir dari unggahan akun Instagram @kecamatanmedanselayang pada Senin (17/1), berikut informasi selengkapnya.
Berdamai di Kantor Camat

Instagram/@kecamatanmedanselayang ©2022 Merdeka.com
Perdamaian antara pelaku dan korban itu dilakukan di Aula Kantor Camat Medan Selayang, disaksikan oleh kedua orang tua remaja tersebut dan Lurah Padan Bulan Selayang II, Novia Zahra Sormin pada Sabtu (15/1).
Camat Medan Selayang, Viza Fandhana sempat memberikan nasihat kepada pelaku dan korban bahwa perbuatan penganiayaan tersebut tidak baik. Ia mendorong mereka sebagai pelajar gara menorehkan prestasi.
"Jadi hal terbaik yang bisa diberikan untuk orang tua itu prestasi. Jadi kalau pada brantem gitu, nggak seneng sebenernya mamanya, sedih mamanya. Tapi kalau punya prestasi di sekolah, pasti mamanya bangga," ujar Viza kepada pelaku dan korban.
Setelah itu, keduanya akhirnya berdamai di hadapan orang tua kedua belah pihak. Mereka pun bersalaman dan sempat berpelukan.
"Hari ini sudah kita selesaikan secara kekeluargaan dan kedua belah pihak sudah saling memaafkan. Dan kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi," ujar Viza.
"Ayo salaman. Saling memaafkan ya. Pelukan dong, pelukan. Nah gitu dong ya," ujarnya sambil mendamaikan pelaku dan korban.
Orang Tua Korban Minta Pelaku Tak Ulangi Perbuatannya

Instagram/@kecamatanmedanselayang ©2022 Merdeka.com
Melansir dari ANTARA, orang tua korban, Murni, mengucapkan terima kasih kepada Camat Medan Selayang karena sangat peduli atas kasus ini. Pihaknya juga sudah memaafkan pelaku dan keluarganya. Namun, Ia meminta agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya.
"Kepada Dea, saya harap jangan mengulangi perbuatan seperti itu lagi. Perbaiki perbuatan dan sikap. Semoga mental anak saya tidak terganggu," ujarnya.
Sementara itu, orang tua pelaku, Lilis Suryani, memohon maaf atas kesalahan dan kekhilafan anaknya. Ia juga berjanji akan lebih memperhatikan prilaku anaknya di luar.
"Saya minta maaf atas khilafnya anak saya. Saya sudah menasehati agar jangan main pukul. Saya akan mendidik anak saya ini lebih baik lagi," ucapnya.
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya