Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sisi gelap dari kecerdasan emosional

Sisi gelap dari kecerdasan emosional Ilustrasi berpikir. @Shutterstock

Merdeka.com - Sebuah penelitian terbaru dari Kyoto University menyebutkan kalau memiliki kecerdasan emosional (emotional intelligence) tinggi ternyata tidak selalu bermanfaat.

Kecerdasan emosional dianggap seperti sebuah koin yang memiliki dua sisi, bisa bersifat positif maupun negatif.

Sebagaimana dilansir dari Huffington Post, peneliti melibatkan para mahasiswa di Jepang untuk dites. Responden kemudian diperiksa kecerdasan emosionalnya. Salah satu tes dilakukan untuk mengetahui kecenderungan seseorang dalam keinginan memanipulasi.

"Kecerdasan emosional bisa jadi positif atau negatif. Namun semakin tinggi kecerdasan tersebut, semakin besar kemungkinan seseorang untuk memanipulasi yang lain," papar peneliti Yuki Nozaki.

Nozaki lalu menambahkan kalau kecerdasan emosional juga bisa meregulasi emosi seseorang untuk meraih kesuksesan personal daripada mendapatkan manfaat umum.

Hasil penelitian kemudian dilaporkan dalam jurnal PLOS ONE.

Baca juga:Gangguan apnea tidur lebih mematikan jika diderita wanitaKiwi, buah ampuh penangkal insomniaKebanyakan tidur siang tingkatkan risiko diabetesJangan makan 4 makanan ini sebelum tidur5 Hal gila yang dilakukan manusia sambil tidur (mdk/riz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP