Orang yang mudah cemas cenderung tak mau membantu sesama
Merdeka.com - Sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa orang yang mudah cemas cenderung tidak memiliki empati untuk membantu sesama.
Sifat tersebut juga membuat seseorang menghindari sosialisasi dan aktivitas sosial dengan yang lain, salah satu contohnya adalah menjadi sukarelawan.
"Sistem saraf tertentu dalam otak berperan penting dalam mengontrol emosi. Sehingga selalu ada alasan kenapa ada orang yang tidak punya perasaan atau keinginan untuk membantu yang lain," terang peneliti Scott Stoltenberg dari University of Nebraska-Lincoln.
Sebagaimana dilansir dari Huffington Post, peneliti menduga kalau gen ikut berperan dalam menurunkan sifat cemas dan tak mau membantu sesama. Namun lingkungan sekitar terkadang juga ikut menyumbang fenomena perilaku ini pada manusia.
Sebelumnya, ada penelitian lain dalam jurnal Neuron yang menunjukkan kalau bagian abu-abu dalam otak dikaitkan dengan sifat dermawan seseorang.
Hasil penelitian dari University of Nebraska-Lincoln tersebut lantas diterbitkan dalam jurnal Social Neuroscience.
Baca juga:5 Pola makan sehat yang jarang diketahui selama iniJangan lagi makan 3 kali sehari!Pola makan yang tingkatkan risiko diabetes5 Alasan kenapa ngemil itu pentingSarapan, jam makan yang selalu terlewati (mdk/riz)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya