Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Makan kepiting bisa tingkatkan kolesterol?

Makan kepiting bisa tingkatkan kolesterol? Ilustrasi kepiting. ©Shutterstock

Merdeka.com - Makanan laut terkenal dengan kadar proteinnya yang tinggi, salah satunya adalah kepiting. Sayang banyak orang menghindari kepiting karena takut terkena kolesterol tinggi. Benarkah demikian? Simak faktanya seperti yang dilansir dari Live Strong berikut ini.

Lemak jenuh

Konsumsi lemak jenuh berlebih adalah penyebab utama dari kolesterol tinggi dan meningkatnya risiko penyakit jantung. Dalam 2.000 kebutuhan kalori harian, lemak jenuh tidak boleh dikonsumsi lebih dari 16 gram. Kabar baiknya, kepiting hanya mengandung 0,16 gram lemak jenuh dalam setiap 100 gram sajiannya. Sehingga kandungan lemak jenuh dalam kepiting sifatnya tidak membahayakan.

Kolesterol

Sementara itu, asupan kolesterol juga sebaiknya dibatasi kurang dari 300 mg saja per hari. Sedangkan 100 gram sajian kepiting hanya mengandung 76 mg kolesterol. Jumlah tersebut cukup aman asalkan konsumsi makanan berkolesterol yang lain tidak dimakan bersamaan dengan kepiting dalam sehari.

Protein

Protein adalah salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Sementara kepiting merupakan jenis sumber protein yang baik untuk dikonsumsi. Ibu hamil dan atlet juga biasanya disarankan untuk mengonsumsi protein dalam jumlah tinggi.

Tembaga

Mineral yang satu ini berperan dalam memproduksi energi pada sel untuk mendukung aktivitas enzim dan menguatkan jaringan tubuh. Kandungan tembaga dalam kepiting pun cukup tinggi dan hampir memenuhi kebutuhan mineral harian. Namun ingat jangan sampai berlebihan jika tidak ingin mendapatkan efek buruk bagi kesehatan.

Seng

Seng bertugas untuk mengaktifkan respon sistem imun, fungsi saraf, reproduksi, pertumbuhan, dan perkembangan tubuh. Sementara itu, kepiting mengandung seng yang tidak terlalu tinggi. Sehingga makanan laut yang satu ini merupakan salah satu sumber asupan seng yang aman untuk dikonsumsi.

Kalium

Nutrisi berikutnya yang tak kalah penting dan bisa diperoleh dari kepiting adalah kalium. Sama seperti seng, jumlah kalium dalam kepiting sifatnya aman karena 100 gram sajian kepiting hanya memberi 8,7 persen asupan kalium harian.

Itulah berbagai nutrisi yang terkandung dalam kepiting. Pada intinya, perhatikan secara khusus kebutuhan dan kandungan nutrisi agar bisa menentukan apakah kepiting benar-benar aman dimakan atau tidak.

Baca juga:

Ketahui 4 jenis suplemen yang sangat dibutuhkan oleh tubuh

Suplemen vitamin D tak bisa atasi tekanan darah tinggi

Kekurangan vitamin D: Penyebab dan cara mengatasinya

6 Jenis vitamin yang menguatkan tulang

Kurang vitamin D turunkan kemampuan fisik di usia tua (mdk/riz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP