Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kurang tidur tingkatkan risiko komplikasi pada ibu hamil

Kurang tidur tingkatkan risiko komplikasi pada ibu hamil Ilustrasi ibu hamil. ©Shutterstock/wavebreakmedia

Merdeka.com - Sebuah penelitian terbaru dari University of Pittsburgh menemukan bahwa jadwal tidur tak teratur selama hamil mampu meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah dan komplikasi lainnya.

"Ibu hamil perlu memerhatikan pola tidurnya, jangan sampai kurang," tegas penulis peneliti, Michele Okun, seperti yang dikutip dari Medical Daily.

Kualitas tidur ibu hamil sangat penting bagi perkembangan dan kesehatan bayi di masa depan. Sayangnya, kebanyakan ibu hamil sering mengalami gejala insomnia atau jadwal tidur yang tak beraturan.

Kebiasaan buruk kurang tidur itu pun bisa merusak respon inflamasi dalam tubuh. Sehingga sistem imun rentan terhadap serangan penyakit.

Kurang tidur juga mampu memicu depresi. Jika dibiarkan, tentu saja bukan kesehatan ibu hamil yang terancam, tetapi juga janin yang ada di dalam kandungan.

Sekitar 170 ibu hamil pada minggu ke-20 kehamilan dilibatkan. Selama lebih dari 10 minggu, peneliti memeriksa pola tidur mereka. Peneliti kemudian menemukan kalau pola tidur tidak beraturan melemahkan sistem imun dan meningkatkan risiko komplikasi.

Hasil penelitian kemudian dilaporkan dalam jurnal Psychosomatic Medicine.

Baca juga:PTSD, penyakit mental yang dipicu stres parahIbu depresi bikin anak rentan obesitasKenapa wanita lebih mudah mengatasi stres daripada pria?Depresi bisa mengubah cara kerja otak anakKenali efek buruk stres pada kulit! (mdk/riz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP