Kenali 10 ciri hormon yang tidak seimbang pada wanita

Reporter : Vizcardine Audinovic | Kamis, 2 Mei 2013 17:01




Kenali 10 ciri hormon yang tidak seimbang pada wanita
ilustrasi gangguan hormon. ©boldsky.com

Merdeka.com - Ketidakseimbangan hormon adalah masalah yang sangat umum. Hal ini terjadi karena gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat. Meskipun tampak sederhana, hormon yang tidak seimbang dapat mengganggu kesehatan Anda. Dan dalam jangka panjang, wanita yang kekurangan hormon bisa menyebabkan infertilitas. Berikut ciri-ciri hormon yang tidak seimbang pada wanita, dilansir boldsky (30/4).

Hot flashes
Hot flashes adalah gejala menopause yang ditandai dengan rasa panas di tubuh selama dua sampai 30 menit. Wajah menjadi merah dan panas jika disentuh. Hal tersebut diakibatkan perubahan hormon, sehingga pembuluh darah melebar serta denyut jantung meningkat

Berat badan naik mendadak
Jika Anda tidak makan banyak dan berolahraga secara teratur, namun berat badan Anda bertambah, hal itu bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon.

Haid tidak teratur
Siklus menstruasi tergantung pada perubahan bulanan dalam hormon wanita. Jadi, jika ada perubahan hormon dalam tubuh, maka menstruasi Anda akan menjadi tidak menentu. Anda mungkin terlambat haid atau bahkan mengalami pendarahan berat akibat hiperaktivitas hormon.

Berkeringat
Hormon berperan untuk membuat Anda merasa sangat panas. Ketika hormon mulai berubah, Anda akan berkeringat lebih banyak dan merasa lelah.

Mudah marah
Saat hormon mulai tidak seimbang, Anda bisa menjadi mudah marah dan depresi.

Libido seksual rendah
Hormon yang tidak seimbang jelas mempengaruhi libido Anda. Jika gairah seksual Anda menurun tidak seperti biasanya, bisa jadi hormon Anda sedang kacau.

Infertilitas
Jika Anda mencoba untuk hamil selama beberapa waktu namun belum mendapat momongan, maka Anda harus menyelidiki apakah Anda menderita ketidakseimbangan hormon.

Rambut rontok
Salah satu terjadinya pertumbuhan rambut disebabkan oleh hormon. Jika Anda memiliki kadar hormon yang tinggi, pertumbuhan rambut Anda akan cepat dan tebal. Tetapi selama hormon tidak seimbang,Anda mungkin kehilangan banyak rambut.

Kekeringan vagina
Biasanya permukaan vagina Anda tetap basah dan terlebih pada masa subur Anda. Tetapi jika Anda tiba-tiba menyadari bahwa vagina kering dan gatal, bisa jadi karena pengaruh rendahnya tingkat hormon.

Ceroboh
Ketika mengalami gangguan hormon, memori aktif di otak Anda akan gagal. Karenanya Anda menjadi pelupa dan ceroboh.

Jika Anda mengalami salah satu ciri di atas sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mendapat penanganan lebih awal.

Baca juga :
Posisi tidur terbaik untuk ibu hamil
Berat badan susah turun? Ini penyebabnya!
Hormon estrogen tentukan gairah seksual wanita
7 Alasan membaca buku lebih baik daripada pacaran

[vic]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Mikha Tambayong: Seru juga jadi 'pacar' Saurabh Raj Jain
  • Jalan ditutup, warga ancam demo hotel termegah di Puncak Bogor
  • Mau jual gedung BUMN, Menteri Rini harus izin presiden dan DPR
  • JK soal LPG 12 kg mau naik: Yang pakai umumnya orang gedongan
  • Kapolda Riau janji pecat 3 anak buah pesta narkoba di Hotel
  • Gerbang Tol Semanggi 1 tak terima transaksi tunai
  • Waspadai 5 kebiasaan yang bikin cepat gemuk!
  • Capek digugat terus, Fatimah tantang anak dan menantu bersumpah
  • Bos miras oplosan di Cakung: Minuman saya tidak mematikan
  • WNI korban selamat kapal Oryong dievakuasi ke Korsel
  • SHOW MORE