Kasus flu burung H7N9 mengalami penurunan?
Merdeka.com - Angka kasus flu burung H7N9 di China mengalami penurunan, demikian seperti yang disampaikan dinas kesehatan di sana kemarin (10/05).
Meskipun masih ada pasien yang terinfeksi, namun pihak Centers for Disease Control and Prevention menuturkan kalau jumlah kasus di bulan Mei tidak sebanyak awal April lalu.
Sampai dengan tanggal 8 Mei, sudah ada 131 total kasus flu burung H7N9 dan 32 di antaranya meninggal.
Sementara itu, pada minggu pertama April lalu, 21 kasus baru muncul dan jumlahnya bertambah dua kali lipat setiap minggunya. Jika dibandingkan dengan kasus pada tanggal 2 Mei dan 7 Mei yang menginfeksi satu korban saja setiap minggunya, WHO menyebutkan ini adalah sebuah penurunan.
Meskipun demikian, belum diketahui alasan kenapa kasus flu burung H7N9 mengalami penurunan. Menurut pihak CDC, bisa jadi hal tersebut dikarenakan pembatasan kontak langsung dengan virus dengan cara menutup beberapa pasar unggas.
Dugaan lainnya adalah karena perubahan musim yang terjadi. Sama seperti virus influenza yang menyerang manusia, flu burung diduga mengikuti pola perubahan musim. Contohnya flu burung H5N1 yang lebih aktif di musim dingin dan panas. Sayangnya pola serupa belum bisa dipastikan untuk kasus flu burung H7N9.
Sebagaimana dilansir dari My Health News Daily, sampai sekarang belum ada bukti H7N9 mampu menular ke sesama manusia.
Pihak CDC sendiri kini tengah mengembangkan vaksin H7N9 untuk pencegahan. Setidaknya butuh waktu enam bulan untuk memproduksi vaksin dalam jumlah besar. Namun dinas kesehatan belum yakin apakah harus mengedarkan vaksin tersebut untuk khalayak umum atau tidak.
Baca juga:H7N9: Hasil evolusi tiga jenis virus flu burung4 Alasan untuk tak panik karena flu burung H7N96 Fakta penting tentang flu burung langka'Sarang' penyebar flu burung H7N9 ditemukanFLu burung H7N9 'membunuh' dengan cara mengerikan (mdk/riz)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya