H7N9: Hasil evolusi tiga jenis virus flu burung
Merdeka.com - Sampai saat ini, virus flu burung H7N9 sudah menginfeksi 77 korban dan 16 di antaranya meninggal dunia. Para ahli menyampaikan bahwa H7N9 sebenarnya merupakan evolusi dari gabungan tiga jenis virus flu burung yang berbeda.
Meskipun belum ada bukti virus flu burung H7N9 bisa menular ke sesama manusia, namun pemerintah China tetap memantau kondisi para pasien yang terjangkit virus tersebut.
Sementara itu menurut peneliti, virus flu memang terkenal mampu mengalami evolusi dalam waktu yang sangat cepat.
"Saat organisme terinfeksi lebih dari satu virus flu, kromosom dalam tubuh akan bergabung menjadi satu buah jenis virus baru," terang Dr Bruce Hirsch dari North Shore University Hospital di New York.
Virus flu sendiri memiliki delapan gen. Dalam virus H7N9, ada satu di antara delapan gen itu yang umumnya ditemukan pada burung liar. Kode gen tersebut merupakan protein yang bernama neuraminidase - diwakilkan sebagai huruf N dalam H7N9.
Gen kedua berasal dari virus H7N3, biasanya ditemukan pada bebek. Kode gen pada virus bebek merupakan protein yang bernama hemagglutinin (H dalam H7N9). Protein H ditemukan pada bagian luar virus dan biasanya bertugas melawan antibodi pasien.
Hemagglutinin juga menjelaskan kenapa manusia - dan bukan burung - yang bisa terserang H7N9. Sebab gen yang bermutasi membuat hemagglutinin terikat pada molekul gula yang ditemukan pada saluran pernapasan bagian bahwa manusia.
Terakhir, enam gen dari virus flu burung terbaru berasal dari H9N2 yang umumnya terdapat pada burung bernama Brambling.
Flu burung biasanya menginfeksi manusia setelah berhasil tumbuh dan berkembang dalam mamalia yang lain, misalnya babi. Tetapi anehnya, H7N9 ini dikabarkan langsung menular dari burung ke manusia.
Sebagaimana dilansir dari My Health News Daily, Hirsch menambahkan kalau ada gabungan virus yang akhirnya bisa dikalahkan sistem imun alami, tidak ada hal yang perlu dicemaskan.
"Tetapi manusia harus sadar, di dunia yang semakin penuh sesak, dengan berbagai aktivitas, potensi virus yang berkumpul, bergabung, berevolusi, dan menyebar tentu semakin tinggi," tandas Hirsch.
Penelitian tentang evolusi virus flu burung tersebut lantas dilaporkan dalam New England Journal of Medicine.
Baca juga:4 Alasan untuk tak panik karena flu burung H7N9Jabar waspadai virus flu burung dari ChinaFLu burung H7N9 'membunuh' dengan cara mengerikanBocah China berhasil sembuh dari virus flu burung langka (mdk/riz)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya