Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jumlah pria mandul makin meningkat, benarkah?

Jumlah pria mandul makin meningkat, benarkah? Ilustrasi sperma. ©Shutterstock/CLIPAREA l Custom media

Merdeka.com - Pada konferensi rutin European Society of Human Reproduction and Embryology, beberapa ahli kesehatan memperdebatkan mengenai masalah 'krisis sperma' yang terjadi selama beberapa tahun terakhir.

Perdebatan tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya sebuah penelitian dari Prancis sebelumnya menemukan bahwa konsentrasi sperma pria memang mengalami penurunan sampai 30 persen antara tahun 1989-2005.

Bukan cuma itu, beberapa penelitian dari Eropa juga menyebutkan, selama 15 tahun terakhir para pria berusia 18-25 mengalami penurunan jumlah sperma.

Eropa bahkan bukan satu-satunya benua yang mengkhawatirkan soal penurunan jumlah sperma pada penduduk prianya. Di Amerika Serikat, beberapa data menunjukkan kalau para pria di sana pun mengalami masalah serupa.

Atas dasar itulah peneliti mulai mempertanyakan, 'Apa benar jumlah pria mandul semakin meningkat?'

Jika memang benar ada masalah 'krisis sperma', ahli kesehatan semakin khawatir. Sebab kemandulan bukan satu-satunya masalah yang dihadapi setiap pasangan.

Sebagaimana dilansir dari Mother Nature Network, jumlah sperma adalah indikasi dari kesehatan pria. Jika sperma mengalami penurunan jumlah, bukan tidak mungkin pria memiliki implikasi kesehatan tertentu.

Beberapa sebab dari penurunan jumlah sperma adalah paparan pestisida atau kimia berupa BPA, gaya hidup, obesitas, kecanduan obat-obatan terlarang dan narkoba, atau bahkan racun yang diterima pria ketika mereka masih ada dalam kandungan ibunya.

Baca juga:Orang dewasa ngompol saat tidur? Ini sebabnya!Posisi tidur miring adalah yang paling sehat?Cukup tidur bikin pasangan makin akur?3 Kebiasaan buruk seputar tidurKurang tidur bikin remaja suka konsumsi junk food (mdk/riz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP